BOGOR – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor menyampaikan hasil evaluasi capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Evaluasi ini menjadi dasar penyusunan kebijakan tahun 2026 yang difokuskan pada peningkatan layanan sosial yang lebih responsif, inklusif, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’rup, menyebut tahun 2025 sebagai periode penguatan pelayanan yang berhasil mengedepankan ketepatan sasaran dan kolaborasi lintas sektor.

“Sepanjang tahun 2025, berbagai program Dinas Sosial Kabupaten Bogor berhasil menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari penyandang disabilitas, korban bencana, hingga masyarakat kurang mampu,” ujar Farid Ma’rup di Bogor, Rabu (23/12).

Farid memaparkan lima program utama yang menjadi fokus evaluasi:

1. Peningkatan Aksesibilitas dan Kemandirian Disabilitas
Dinsos Bogor terus memastikan pemenuhan hak dan aksesibilitas penyandang disabilitas melalui penyaluran alat bantu adaptif. Evaluasi menunjukkan bahwa program ini berdampak positif dalam meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup penerima manfaat, serta memperkuat inklusi sosial di tingkat keluarga dan masyarakat.

“Kami melihat dampak positif dari program ini. Ke depan, distribusi alat bantu akan semakin diperluas dan diperkuat pendataannya agar lebih tepat sasaran,” jelas Farid.

2. Respons Cepat Tanggap Darurat Bencana
Melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan jejaring sosial kecamatan, Dinsos berhasil melakukan respons cepat terhadap berbagai kejadian bencana seperti banjir, longsor, angin puting beliung, dan kebakaran permukiman. Evaluasi menunjukkan bahwa koordinasi lapangan semakin efektif dan waktu respons lebih cepat, memastikan kebutuhan dasar warga terdampak segera terpenuhi.

“Sinergi lembaga sosial dan pemerintah desa sangat membantu peningkatan kualitas layanan tanggap darurat. Ini akan terus ditingkatkan,” tambahnya.

3. Penguatan Ekonomi Produktif (UEP)
Program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dievaluasi sebagai salah satu upaya strategis untuk peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat tidak mampu. Program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap penguatan usaha mikro dan meningkatkan motivasi keluarga penerima agar tidak hanya bergantung pada bantuan sosial.