PORTALBERITA.CO.ID - Awal tahun 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi industri pariwisata di Pulau Dewata. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat adanya tren penurunan jumlah pelancong mancanegara yang cukup signifikan. Fenomena ini menjadi perhatian serius mengingat Bali merupakan barometer utama pariwisata nasional.

Berdasarkan data terbaru, total kunjungan wisatawan asing pada Januari 2026 tercatat sebanyak 502.205 orang. Angka tersebut menunjukkan penyusutan sebesar 12,30 persen dibandingkan capaian pada Desember 2025. Penurunan ini mencerminkan dinamika pasar yang fluktuatif di tengah masa transisi pergantian tahun.

Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, memberikan penjelasan mendalam terkait kondisi ini pada Senin (2/3/2026). Ia menyebutkan bahwa secara historis, kunjungan di bulan Januari memang kerap lebih rendah daripada periode Desember. Namun, angka tahun ini justru lebih rendah 5,23 persen jika disandingkan dengan periode Januari 2025.

Jalur udara masih mendominasi akses masuk ke Bali dengan total 500.121 kunjungan meski terkoreksi 10,50 persen. Di sisi lain, penurunan paling drastis terlihat pada jalur laut yang merosot hingga 84,98 persen dengan hanya menyisakan 2.084 kunjungan. Hermawan menegaskan bahwa pola ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi moda transportasi wisatawan yang cukup ekstrem.

Australia tetap memegang predikat sebagai penyumbang turis terbanyak dengan kontribusi mencapai 134.781 kunjungan atau 26,84 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh China yang membukukan 45.896 kunjungan, meskipun mengalami penurunan bulanan sebesar 22,54 persen. Negara lain seperti India, Korea Selatan, dan Rusia juga melengkapi daftar lima besar pasar utama Bali saat ini.

Sektor pariwisata domestik pun tidak luput dari tren penurunan meski skalanya relatif lebih tipis. BPS mencatat sebanyak 2.170.938 wisatawan nusantara berkunjung ke Bali, atau turun 1,26 persen secara bulanan. Mayoritas pergerakan wisatawan lokal ini didominasi oleh warga asal Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.

Tantangan ke depan diprediksi semakin kompleks akibat ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Hermawan mengkhawatirkan konflik global tersebut dapat mengganggu stabilitas jadwal penerbangan internasional menuju Bali. Situasi ini menuntut kesiagaan para pemangku kepentingan untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/kunjungan-wisman-bali-januari-2026-menurun