JAKARTA – Akademisi sekaligus pengamat politik Rocky Gerung kembali memicu kontroversi setelah mengunggah potongan video lama yang menampilkan pernyataan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem).
Dalam unggahan tersebut, Rocky menafsirkan ucapan Mualem seolah mengarah pada wacana pemisahan Aceh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menyerupai kasus Timor Leste. Narasi itu ia sampaikan dalam forum bertajuk Spirit of Humanity & Human Solidarity di Surabaya, yang turut dihadiri Tri Rismaharini dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Video lama itu kemudian viral di media sosial dan memicu perdebatan luas.
“Konteks Video Dipersoalkan”
Sejumlah pihak menilai Rocky mengabaikan konteks waktu dan situasi saat pernyataan itu disampaikan. Video tersebut diketahui berasal dari tahun 2019, ketika Muzakir Manaf belum menjabat sebagai Gubernur Aceh.
Dalam berbagai kesempatan publik pada periode itu, Mualem justru menegaskan komitmen Aceh untuk tetap berada dalam bingkai NKRI. Ia menekankan pentingnya realisasi Perjanjian Helsinki, terutama terkait kesejahteraan eks-kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan penguatan ekonomi rakyat.
Skandal Geomembrane PHR Riau Disorot: CBA Nilai Tata Kelola Anak Usaha Pertamina Bermasalah
“Aceh ingin damai, ingin sejahtera. Yang kami minta adalah komitmen terhadap perjanjian yang sudah disepakati,” ujar Mualem dalam pernyataan terdahulu.
“Isu Lama, Tafsir Baru”
Pernyataan yang kini kembali dipersoalkan disebut sebagai ungkapan spontan yang berangkat dari aspirasi keadilan sosial dan ekonomi, bukan seruan separatisme. Bahkan, ketika video itu pertama kali beredar, sempat muncul spekulasi bahwa narasi tersebut dipelintir untuk kepentingan politik.



