PORTALBERITA.CO.ID - PT Bumi Siak Pusako (BSP) mencatatkan lompatan performa signifikan setelah sempat terpuruk akibat kerugian besar pada tahun 2024. BUMD sektor migas ini berhasil melakukan pemulihan bisnis yang impresif untuk memperkuat struktur fiskal daerah di tengah tekanan ekonomi. Keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bagi peningkatan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2026 mendatang.

Komisaris PT BSP, Herianto, mengonfirmasi bahwa perusahaan diproyeksikan mampu membukukan dividen hingga 6 juta USD atau setara Rp100 miliar lebih pada 2026. Angka fantastis ini merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis yang diinstruksikan langsung oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli, sejak awal masa jabatannya. Saat ini, dividen interim yang siap dibagikan berdasarkan rapat internal telah mencapai 4,5 juta USD atau sekitar Rp75,9 miliar.

Perjalanan menuju pemulihan ini tidaklah mudah mengingat PT BSP sempat mengalami kerugian sebesar 14 juta USD pada periode 2024. Manajemen melakukan evaluasi menyeluruh pasca musibah pembekuan minyak atau congeal yang melanda operasional perusahaan sejak Maret 2023. Langkah penyelamatan mencakup perombakan jajaran Komisaris dan Direksi serta efisiensi anggaran secara ketat guna memperbaiki fundamental bisnis.

Herianto menjelaskan bahwa arahan Bupati Afni sangat krusial dalam menata kembali kinerja perusahaan pengelola Wilayah Kerja migas produktif tersebut. "Kami bekerja dari arahan dan kebijakan Ibu Bupati, dan hasilnya Alhamdulillah saat ini BSP mulai rebound," ungkap Herianto pada Senin (2/3/2026). Ia menambahkan bahwa sisa pembagian dividen akan segera disalurkan setelah proses audit oleh Akuntan Publik selesai dilakukan.

Sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 72 persen, Pemerintah Kabupaten Siak diprediksi akan menerima kucuran dana segar sekitar Rp52 miliar. Dana tersebut berasal dari dividen murni yang diharapkan dapat menyokong pembangunan infrastruktur serta kemaslahatan masyarakat di daerah. Bupati Afni terus mendorong Direksi agar menjaga nilai dividen akumulatif tetap berada di atas angka 6 juta USD untuk para pemilik saham.

Strategi efisiensi juga menyasar sektor transportasi dengan mengubah pola pengangkutan minyak jalur darat atau trucking yang sebelumnya memakan biaya besar. Selain itu, skema penjualan minyak mentah kini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik alih-alih melakukan ekspor ke luar negeri. Penundaan proyek non-krusial dan evaluasi ketat terhadap proyek berjalan menjadi kunci utama dalam menekan pengeluaran yang tidak mendesak.

Memasuki tahun 2026, Bupati Afni menetapkan tiga agenda prioritas termasuk pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP) sebanyak tujuh sumur baru. Selain itu, peremajaan pipa tua yang sudah tidak layak pakai akan dilakukan melalui kemitraan strategis guna menjamin kelancaran produksi migas. "Yang penting itu output kerja wajib terukur, dan salah satunya dalam bentuk bagi hasil atau deviden BSP," pungkas Afni dengan nada optimis.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/pt-bsp-bukukan-dividen-rp-100-miliar