PORTALBERITA.CO.ID - Pemerintah Republik Indonesia sedang melaksanakan upaya pembenahan menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini menjadi sorotan karena keberadaannya yang masif. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan pengelolaan aset negara yang dinilai terlalu tersebar luas.
Upaya "bersih-bersih" ini bertujuan utama untuk memastikan bahwa BUMN yang tersisa dapat beroperasi dengan lebih sehat, lebih menguntungkan, dan secara signifikan memberikan manfaat nyata bagi kepentingan masyarakat luas.
Saat ini, jumlah total BUMN yang terdaftar masih melebihi angka 1.000 entitas yang tersebar di berbagai sektor dan lini bisnis yang berbeda di seluruh Indonesia.
Target ambisius dari proses rasionalisasi ini adalah memangkas jumlah tersebut secara drastis hingga hanya menyisakan sekitar 250 perusahaan saja di masa mendatang.
Informasi mengenai target akhir perampingan ini disampaikan langsung dalam sebuah acara penting yang baru-baru ini diselenggarakan di Jakarta.
Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, secara eksplisit menyampaikan proyeksi akhir dari program restrukturisasi skala besar ini.
"Ujungnya nanti 250 [BUMN]," ujar Dony Oskaria ketika ia memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dony Oskaria saat acara penutupan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 yang menandai momentum penting dalam arah kebijakan ekonomi negara.
Dilansir dari Bloomberg Technoz tanggal 28 Juni, langkah pemangkasan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan fokus strategis perusahaan-perusahaan milik negara tersebut.