PORTALBERITA.CO.ID - Sebuah terobosan signifikan dalam pengelolaan limbah pertanian kini terjadi di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Inovasi ini berpusat di Desa Tepian Terap, yang selama ini menghadapi tantangan dalam penanganan residu pascapanen.

Inovasi tersebut berfokus pada pemanfaatan tongkol jagung yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sampah pertanian. Kini, residu tersebut diolah menjadi komoditas baru dengan potensi nilai ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat setempat.

Proses utama dari inovasi ini adalah mengubah tongkol jagung menjadi silase, sebuah jenis pakan ternak yang telah melalui proses fermentasi terkontrol. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas nutrisi pakan tersebut.

Pakan fermentasi ini secara spesifik dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi populasi kambing ternak yang dipelihara oleh peternak di wilayah Kutai Timur. Hal ini menunjukkan adaptasi terhadap kebutuhan peternakan lokal.

"Sebuah inovasi signifikan kini mewarnai sektor pertanian di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, khususnya di Desa Tepian Terap," demikian pernyataan yang menggambarkan pentingnya terobosan ini.

Transformasi tongkol jagung menjadi silase ini memberikan solusi atas masalah penumpukan limbah pertanian yang sering terjadi setelah musim panen raya tiba. Hal ini juga membuka peluang pendapatan baru.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, tongkol jagung yang tadinya merupakan limbah kini bertransformasi menjadi produk yang memberikan nilai tambah ekonomi substansial bagi para petani dan peternak.

Pengolahan menjadi pakan fermentasi (silase) ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan setiap bagian dari hasil panen jagung. Ini adalah contoh nyata dari ekonomi sirkular dalam skala mikro pertanian.

Proses fermentasi yang diterapkan memastikan bahwa pakan yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan dapat disimpan lebih lama, sehingga mengurangi risiko kerusakan pakan.