PORTALBERITA.CO.ID - Indonesia baru saja menerima kiriman dua unit radar pengawas udara jarak jauh canggih, yakni Thales Ground Master (GM) 403. Kedatangan peralatan militer strategis ini merupakan bagian dari alokasi pengadaan yang telah direncanakan sebelumnya oleh Kementerian Pertahanan.

Unit radar yang diterima ini merupakan gelombang pertama dari total 13 unit yang telah dipesan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) sepanjang tahun 2023. Pemenuhan kebutuhan alutsista ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memodernisasi sistem pertahanan udara.

Pengadaan radar canggih ini merupakan hasil sinergi dan kemitraan strategis antara perusahaan teknologi pertahanan global, Thales, dengan industri pertahanan dalam negeri, yaitu PT Len Industri. Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat transfer teknologi dan kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Radar GM 403 ini dirancang secara spesifik untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap seluruh wilayah kedaulatan udara Indonesia. Kemampuannya yang superior diklaim dapat mendeteksi target udara dalam jarak yang sangat jauh, sehingga meningkatkan kesiapan tempur.

Lebih lanjut, radar modern ini akan diintegrasikan secara penuh dengan sistem Air C4I milik Thales, yang dikenal dengan nama SkyView. Integrasi ini bertujuan menciptakan jaringan komando, kontrol, komunikasi, komputer, dan kecerdasan yang solid bagi TNI AU.

Sistem SkyView yang terintegrasi tersebut diklaim mampu menyajikan gambaran operasional wilayah udara Indonesia secara komprehensif dan terperinci. Hal ini sangat krusial untuk menciptakan kesadaran situasional yang tinggi di ruang udara nasional.

Dengan kapabilitas tersebut, TNI AU akan mampu melakukan deteksi dini terhadap segala bentuk ancaman yang melintasi yurisdiksi udara Indonesia. Selain itu, sistem ini memastikan pemantauan situasi dapat dilakukan secara real-time oleh komando pertahanan udara.

"Pengadaan alutsista strategis ini merupakan hasil kemitraan antara Thales dan PT Len Industri," demikian disampaikan dalam keterangan resmi terkait proses pengadaan radar tersebut. Hal ini menegaskan peran industri lokal dalam mendukung modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Dilansir dari INFOTREN.ID, penerimaan dua unit radar ini menandai langkah signifikan dalam upaya TNI AU untuk memodernisasi dan meningkatkan efektivitas pengawasan wilayah udara nasional. Tahap pengiriman unit selanjutnya diharapkan dapat segera terealisasi sesuai jadwal.