PORTALBERITA.CO.ID - Upaya memperluas integrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tingkat global kini menghadapi tantangan teknis yang cukup krusial. Keterbatasan sistem pengolahan informasi dinilai menjadi penghambat utama bagi banyak perusahaan modern. Dikutip dari INFOTREN.ID, kendala ini berakar dari minimnya kesiapan infrastruktur pemrosesan data secara instan.

Berdasarkan temuan teranyar dari Laporan Data Streaming 2026, mayoritas pengambil keputusan di sektor teknologi merasakan dampak langsung dari keterbatasan ini. Sebanyak 72 persen pemimpin teknologi informasi (TI) mengaku kesulitan saat mencoba meningkatkan skala penerapan AI di organisasi mereka.

Studi komprehensif ini melibatkan sebanyak 4.625 pemimpin TI yang tersebar di berbagai belahan dunia. Keterlibatan responden dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari Indonesia, memberikan gambaran utuh mengenai tantangan transformasi digital secara global.

Kebutuhan akan infrastruktur data real-time menjadi sangat vital karena model kecerdasan buatan modern sangat bergantung pada pasokan data segar secara terus-menerus. Tanpa adanya aliran data secara langsung, pemrosesan informasi dan akurasi analisis AI dapat mengalami penurunan performa secara drastis.

"Tantangan terbesar yang dihadapi industri saat ini adalah menyediakan data berkualitas tinggi secara konstan dan cepat ke dalam sistem pemrosesan," kata salah satu responden pemimpin TI dalam riset tersebut.

Secara analitis, keterlambatan pemrosesan data tidak hanya memengaruhi kecepatan respons sistem, tetapi juga menghambat efisiensi operasional bisnis. Sektor perbankan, logistik, hingga layanan konsumen menjadi area yang paling rentan terdampak oleh keterbatasan infrastruktur ini.

"Tanpa dukungan arsitektur pemrosesan data streaming yang matang, potensi penuh dari investasi kecerdasan buatan akan sulit dioptimalkan," ujar tim penyusun publikasi tersebut.

Bagi ekosistem teknologi di Indonesia, temuan ini menjadi indikasi pentingnya modernisasi sarana pemrosesan data domestik. Penguatan kapasitas pusat data serta jaringan berkecepatan tinggi menjadi fondasi utama agar adopsi AI di dalam negeri dapat berjalan optimal.

Sebagai langkah ke depan, perbaikan pada arsitektur data streaming diprediksi akan menjadi fokus investasi utama para pelaku industri. Transformasi infrastruktur data secara menyeluruh diyakini mampu membuka jalan bagi akselerasi kecerdasan buatan di era digital.