PORTALBERITA.CO.ID - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan baru saja menyelesaikan evaluasi mendalam terhadap kinerja layanan publik digital mereka. Evaluasi ini mencakup aplikasi Tangsel ONE serta Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First) yang diberi nama Helita.
Periode penilaian resmi mencakup waktu yang cukup panjang, yaitu mulai dari tanggal 30 April hingga 15 Juni 2026. Hasilnya menunjukkan adanya dua sisi mata uang: keberhasilan teknologi dan tantangan adopsi masyarakat.
Lokasi utama dari evaluasi dan rilis hasil ini adalah di wilayah Tangerang Selatan, tempat layanan digital tersebut diimplementasikan. Evaluasi ini bertujuan memastikan bahwa infrastruktur digital yang telah dibangun dapat melayani kebutuhan masyarakat secara optimal.
Secara teknis, sistem kecerdasan buatan Helita menunjukkan performa yang sangat memuaskan dan dapat diandalkan. Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, memberikan apresiasi terhadap capaian teknis ini.
"Secara performa teknologi, sistem Helita telah bekerja andal dan berhasil mencapai seluruh indikator kinerja utama (KPI) operasional," ujar TB Asep Nurdin. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa aspek teknis telah memenuhi standar Service Level Agreement (SLA) yang ditetapkan.
Namun, evaluasi komprehensif ini menemukan adanya kesenjangan yang cukup mencolok antara kesiapan teknologi dengan kesiapan kultural masyarakat. Kesenjangan ini menjadi fokus utama Kominfo ke depan dalam konteks peningkatan layanan.
Kesenjangan kultural tersebut merujuk pada tingkat pemahaman dan kenyamanan warga dalam mengadopsi dan memanfaatkan layanan digital yang semakin canggih. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi publik perlu ditingkatkan secara masif.
TB Asep Nurdin menekankan bahwa meskipun teknologi sudah siap, upaya sosialisasi dan pendidikan budaya digital harus digalakkan. Hal ini penting agar manfaat penuh dari AI Helita dan Tangsel ONE dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dikutip dari Infotren.id, tantangan kultural ini menjadi prioritas baru bagi Kominfo Tangsel setelah aspek teknis berhasil dilewati dengan baik. Fokus kini beralih pada peningkatan literasi digital pengguna.