PORTALBERITA.CO.ID - Pemerintah Provinsi Banten kini tengah gencar menjalankan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera, yang lebih dikenal dengan nama Bang Andra. Program infrastruktur ini dirancang khusus untuk menyasar wilayah pedesaan di seluruh tanah jawara tersebut.

Melalui inisiasi ini, pemerintah daerah berharap dapat memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah. Pembangunan jalan desa dinilai menjadi stimulus penting dalam mempercepat konektivitas antarwilayah.

Namun, dalam perjalanannya, program ini mulai menghadapi tantangan nyata terkait daya tahan fisik infrastruktur yang telah selesai dibangun. Beberapa ruas jalan dikabarkan mengalami penurunan kualitas meskipun belum genap berusia satu tahun.

Persoalan utama yang kini mengemuka adalah mengenai keberlanjutan dan mekanisme perawatan fasilitas publik tersebut. Hal ini memicu diskusi mengenai efektivitas pembagian peran antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten atau kota.

"Program Bangun Jalan Desa Sejahtera ini digulirkan dengan visi mulia untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan secara merata," ujar pihak Pemerintah Provinsi Banten mengenai tujuan awal program tersebut.

"Tanggung jawab pemeliharaan dan perbaikan jalan yang dibangun melalui program Bang Andra diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah masing-masing," kata pihak pengelola program menjelaskan pembagian wewenang pasca-pembangunan.

Dikutip dari INFOTREN.ID, pelimpahan wewenang pemeliharaan ini menjadi poin krusial yang menentukan masa depan jalan desa tersebut. Pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota kini dituntut untuk mengalokasikan anggaran perawatan secara mandiri agar fasilitas tetap terjaga.

Koordinasi yang sinergis antara tingkat provinsi dan daerah sangat dibutuhkan agar investasi infrastruktur ini tidak sia-sia. Dengan demikian, masyarakat pedesaan di Banten dapat menikmati manfaat jalan yang layak dalam jangka waktu yang lebih lama.

Follow portalberita.co.id
Follow on Google