PORTALBERITA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengambil langkah signifikan dalam mempercepat penetrasi inklusi digital di wilayahnya. Program ini berfokus pada peningkatan akses internet bagi seluruh lapisan masyarakat di kota satelit Jakarta tersebut.
Salah satu fokus utama dari inisiatif strategis ini adalah mentransformasikan rumah-rumah ibadah menjadi pusat literasi ekonomi dan digitalisasi masyarakat. Langkah ini dirancang untuk memberikan manfaat ganda, baik spiritual maupun peningkatan kapasitas digital.
Program penyebaran 5.000 titik Wi-Fi gratis ini merupakan upaya konkret untuk menjangkau daerah yang sebelumnya mungkin memiliki keterbatasan akses internet. Tujuannya adalah memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam era digitalisasi ini.
Langkah strategis ini secara langsung bertujuan untuk memperkecil kesenjangan digital atau yang dikenal sebagai digital divide di Tangerang Selatan. Dengan konektivitas yang lebih merata, diharapkan produktivitas berbasis komunitas dapat meningkat secara signifikan.
Adapun implementasi program ini merupakan bagian dari visi besar Pemkot Tangsel untuk memajukan kesejahteraan masyarakat melalui penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Digitalisasi kini dianggap kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Salah satu fokus utama program ini adalah mentransformasikan rumah-rumah ibadah menjadi pusat literasi ekonomi dan digitalisasi masyarakat," demikian disampaikan oleh pihak terkait, merujuk pada tujuan spesifik penyediaan fasilitas ini.
"Langkah strategis ini bertujuan memperkecil kesenjangan digital (digital divide) sekaligus mendorong produktivitas berbasis komunitas di kota satelit Jakarta tersebut," tambah pernyataan tersebut, menggarisbawahi dampak sosial dan ekonomi yang diharapkan tercapai.
Dikutip dari Infotren.id, upaya Diskominfo Tangsel ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bahwa kemajuan teknologi dapat dirasakan langsung oleh warganya, mendukung ekosistem digital yang lebih inklusif.
Fasilitas Wi-Fi gratis ini tidak hanya untuk koneksi biasa, tetapi juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi warga dalam mengakses informasi dan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.