JAKARTA – Viralnya pengakuan sejumlah peserta aksi dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Monas, Jakarta, yang mengaku menerima uang transportasi dan bantuan barang, memicu perdebatan luas di media sosial. Di tengah polemik tersebut, sejumlah peserta aksi dan kelompok pendukung menegaskan bahwa alasan utama kehadiran mereka adalah karena merasakan langsung manfaat program tersebut bagi keluarga dan anak-anak mereka.
Perbincangan publik bermula setelah beredar video wawancara peserta aksi yang mengaku menerima uang sekitar Rp100 ribu serta sejumlah barang dari koordinator rombongan. Potongan video ini memunculkan narasi mengenai dugaan mobilisasi massa berbayar untuk mendukung program unggulan pemerintah tersebut.
Pengakuan Peserta dan Dua Sudut Pandang
Dalam video yang beredar luas, seorang peserta aksi yang diidentifikasi sebagai Ibu Desy, mengaku menerima uang transportasi dan barang. Namun, dalam kesempatan yang sama, ia juga menjelaskan bahwa keluarganya merasakan manfaat langsung karena anaknya terdaftar sebagai penerima manfaat MBG.
Pernyataan ini kemudian memicu dua sudut pandang berbeda di ruang publik. Sebagian pihak menyoroti pemberian uang transportasi, sementara pihak lain menilai alasan kehadiran peserta tidak dapat dilepaskan dari pengalaman mereka sebagai penerima manfaat program. Debat ini meluas di berbagai platform digital, menggeser fokus pembahasan dari substansi program MBG menuju mekanisme pengorganisasian aksi pendukungnya.
Dukungan Muncul dari Dampak Nyata Program
Sejumlah kelompok masyarakat yang terlibat dalam aksi dukungan menegaskan bahwa alasan utama mereka hadir bukan semata-mata persoalan uang transportasi. Mereka menyatakan dukungan karena menilai program MBG memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Koordinator aksi Kelompok Emak Muda Bersatu, Oktasari Sabil, menyatakan bahwa program MBG terbukti berperan dalam mendukung penurunan angka stunting. "MBG sudah terbukti berperan dalam mendukung penurunan angka stunting," ujar Oktasari. Ia menekankan bahwa pembahasan mengenai MBG seharusnya tidak berhenti pada polemik viral di media sosial, melainkan memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat penerima manfaat.
Manfaat Ekonomi dan Gizi Anak