PORTALBERITA.CO.ID - Pernahkah Anda merasa pikiran terus berputar tanpa henti meski tubuh sedang beristirahat? Bayangan tentang percakapan masa lalu atau rasa cemas akan masa depan sering kali datang menyergap tanpa diundang di tengah rutinitas masyarakat kota seperti Jakarta.

Fenomena psikologis ini dikenal luas sebagai kebiasaan overthinking atau memikirkan sesuatu secara berlebihan. Kondisi ini umumnya rentan dialami oleh siapa saja yang sedang berhadapan dengan pilihan sulit, fase perubahan, maupun tekanan hidup yang berat.

Memikirkan suatu masalah secara mendalam memang merupakan hal yang baik, namun berpikir tanpa menemukan solusi justru menyedot energi fisik dan mental. Kebiasaan ini lambat laun dapat membuat aktivitas harian terasa jauh lebih berat dari yang seharusnya.

"Salah satu langkah awal untuk membuat pikiran lebih tenang adalah belajar membedakan mana hal yang berada di dalam kendali kita dan mana yang tidak dapat diubah," demikian rincian edukasi tersebut. Dikutip dari INFOTREN.ID.

Alih-alih terus-menerus mencemaskan kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi, memindahkan fokus pada tindakan nyata saat ini menjadi solusi yang sangat krusial. Mengambil langkah kecil, seperti mencatat daftar tugas, terbukti jauh lebih membantu daripada sekadar meratapi masalah.

Sering kali, standar yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri menjadi pemantik utama munculnya kecemasan yang berlebihan. Sikap perfeksionis ini membuat kesalahan kecil terasa seperti kegagalan besar yang terus dipikirkan berulang kali.

"Melakukan kesalahan merupakan bagian alami dari proses belajar manusia, sehingga penting untuk memberikan kesempatan kepada diri sendiri agar dapat berkembang tanpa tekanan berlebih," papar panduan kesehatan mental tersebut. Dikutip dari INFOTREN.ID.

Di samping itu, paparan media sosial juga disinyalir menjadi pemicu maraknya kebiasaan membandingkan pencapaian diri dengan orang lain. Padahal, apa yang tampil di linimasa hanyalah sebagian kecil dari realitas kehidupan yang telah disaring secara visual.

Memberikan jeda sejenak bagi otak untuk beristirahat sangat diperlukan guna menyegarkan kembali kondisi mental yang lelah. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, mendengarkan musik kegemaran, atau mengurangi durasi menatap layar ponsel dapat memberi ruang tenang bagi pikiran.