PORTALBERITA.CO.ID - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan klarifikasi resmi mengenai kondisi riil lahan pertanian di Papua guna meredam kekhawatiran publik. Penjelasan penting ini disampaikan langsung dalam sebuah acara seremonial di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada hari Sabtu, 18 Juli 2026.
Langkah ini diambil untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang mengenai kelayakan geografis proyek pertanian di wilayah timur Indonesia tersebut. Dikutip dari RSS, klarifikasi ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional secara merata.
Isu mengenai adanya lahan miring yang dinilai tidak produktif sebelumnya sempat memicu perdebatan di kalangan pengamat agraria. Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa kondisi topografi tersebut dapat menghambat efektivitas alat mesin pertanian modern yang diturunkan ke lapangan.
"Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa lahan pertanian yang disiapkan di Papua sangat layak dan tidak seperti isu lahan miring yang beredar," ujar Amran.
Secara analitis, pemilihan lokasi pertanian di Papua telah melalui studi kelayakan yang komprehensif oleh para ahli agronomi. Pemerintah menerapkan teknologi pemetaan spasial guna memastikan setiap jengkal tanah yang digarap memiliki produktivitas tinggi serta ramah lingkungan.
"Fokus utama kami adalah meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan para petani lokal melalui program pendampingan yang terukur," kata beliau.
Selain penyediaan lahan yang representatif, Kementerian Pertanian juga menyalurkan berbagai bantuan sarana produksi pertanian secara bertahap. Pendekatan ini diharapkan mampu mengintegrasikan sistem pertanian tradisional Papua ke dalam ekosistem pertanian modern yang lebih efisien.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat adat Papua dapat berjalan lebih harmonis. Universitas Muhammadiyah Jakarta yang menjadi saksi momentum ini juga diharapkan terus berkontribusi memberikan masukan ilmiah bagi sektor pertanian nasional.