PORTALBERITA.CO.ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan panduan strategi investasi saham jangka panjang untuk periode Juli 2026. Langkah ini bertujuan untuk membantu investor dalam menyusun portofolio yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar modal.
Dalam panduan tersebut, sektor perbankan dinilai masih mendominasi pasar dan menjadi pilihan utama bagi investor institusional maupun ritel. Daya tarik sektor ini didorong oleh kuatnya intermediasi keuangan nasional serta pesatnya inovasi digital pada emiten terkait.
"Sektor perbankan tetap menjadi primadona portofolio investor karena kinerja emiten terpercaya terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan laba yang stabil," kata Analis BEI.
Selain perbankan, sektor energi dan komoditas juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelaku pasar. Sektor pendukung lainnya seperti infrastruktur dan teknologi juga memperlihatkan potensi pertumbuhan yang kian matang.
"Sektor energi dan komoditas patut diperhitungkan mengingat tren harga komoditas global masih memiliki ruang untuk apresiasi, meskipun volatilitas tetap perlu dicermati," ujar Analis BEI.
Di sisi lain, analisis pasar memberikan perhatian khusus mengenai kecenderungan investor pemula dalam memilih instrumen saham. Banyak investor baru yang kerap tergiur oleh harga saham yang murah tanpa memperhatikan fundamental perusahaan secara mendalam.
"Banyak investor pemula yang terkecoh oleh narasi saham murah tanpa menggali lebih dalam fundamentalnya," tutur Analis BEI.
Saham berkapitalisasi besar atau blue chip sebenarnya sering kali menawarkan dasar keuangan yang jauh lebih kokoh. Saham-saham papan atas ini memiliki rekam jejak pertumbuhan yang konsisten serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
"Mitos bahwa saham blue chip selalu stagnan adalah keliru, sebab banyak dari mereka yang secara agresif berekspansi dan berinovasi untuk memberikan imbal hasil jangka panjang," tegas Analis BEI.