PORTALBERITA.CO.ID - Perayaan Hari Raya Idul Adha 2026 di Kabupaten Jepara diwarnai insiden yang mengganggu ketenangan masyarakat. Peristiwa ini dipicu oleh penggunaan sistem pengeras suara (sound system) berukuran ekstrem yang dikenal sebagai sound horeg.
Fenomena sound horeg ini menjadi sorotan luas lantaran getaran suara yang dihasilkan ternyata menimbulkan dampak fisik signifikan pada infrastruktur permukiman warga sekitar lokasi. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran mengenai penggunaan alat musik dengan volume yang tidak terkontrol.
Secara spesifik, kejadian bermula ketika rombongan takbir keliling melintasi berbagai wilayah di Jepara pada malam takbiran. Rombongan tersebut diketahui membawa perangkat sound system yang menghasilkan intensitas suara sangat tinggi.
Dampak langsung dari getaran suara berfrekuensi rendah dan volume masif tersebut terukur pada kerusakan properti yang dialami oleh beberapa rumah penduduk. Kerusakan yang dilaporkan meliputi pecahnya kaca jendela dan runtuhnya bagian plafon bangunan.
Infotren.id memberitakan bahwa momen sakral perayaan Idul Adha tersebut menjadi tercoreng akibat fenomena sound horeg yang terjadi. Hal ini menunjukkan adanya potensi bahaya dari aktivitas takbiran keliling yang menggunakan sound system berlebihan.
Getaran keras yang dilepaskan oleh musik dengan volume sangat tinggi tersebut terbukti memberikan tekanan fisik langsung pada struktur bangunan rumah di sekitarnya. Hal ini memicu pertanyaan tentang regulasi dan pengawasan terhadap penggunaan sound system pada acara publik.
Dilansir dari INFOTREN.ID, peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan bagaimana sistem pengeras suara berukuran besar dapat menyebabkan kerusakan properti warga. Kejadian ini memerlukan evaluasi lebih lanjut dari pihak terkait.
"Momen perayaan Idul Adha 2026 di Jepara tercoreng oleh insiden yang disebabkan oleh fenomena sound horeg," demikian disiarkan oleh INFOTREN.ID, menggarisbawahi keseriusan situasi yang terjadi.
"Peristiwa ini menjadi sorotan luas setelah getaran keras dari sistem pengeras suara berukuran besar diduga menyebabkan kerusakan properti warga," tambah INFOTREN.ID, mengonfirmasi dugaan penyebab kerusakan properti.