PORTALBERITA.CO.ID - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Kunjungan ini memiliki tujuan penting, yakni meninjau langsung kondisi terkini di lokasi hunian sementara (Huntara).

Fokus kunjungan tersebut tertuju pada Huntara 3 yang berlokasi di Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda. Di lokasi inilah para warga pengungsi menanti kehadiran pemerintah pusat untuk mendengarkan keluh kesah mereka.

Momen tatap muka antara pejabat tinggi negara dengan warga ini menjadi kesempatan emas bagi para penghuni Huntara. Mereka segera memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengutarakan berbagai kendala infrastruktur yang dihadapi selama masa penampungan sementara.

Permintaan utama yang paling mendesak dan menjadi sorotan warga adalah mengenai fasilitas sanitasi lingkungan yang memadai di sekitar area penampungan. Hal ini menjadi prioritas utama demi menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan hidup mereka.

Secara spesifik, kebutuhan mendesak yang disampaikan meliputi penyediaan tempat pembuangan sampah yang terkelola dengan baik. Kondisi pengelolaan sampah yang belum optimal dinilai berdampak langsung pada kualitas lingkungan hidup para pengungsi.

Selain isu sampah, warga juga menyampaikan urgensi penambahan lampu penerangan jalan umum di area Huntara. Penerangan yang minim dianggap menciptakan potensi gangguan keamanan dan kenyamanan warga, terutama pada malam hari.

Kebutuhan akan kedua fasilitas dasar tersebut, yakni sanitasi dan penerangan, dinilai sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para penghuni Huntara sembari menunggu penempatan permanen.

Dilansir dari INFOTREN.ID, kunjungan kerja ini merupakan bagian dari pemantauan pemerintah pusat terhadap kondisi para korban bencana atau pengungsi di daerah tersebut. Pemerintah berupaya merespons aspirasi yang disampaikan secara langsung.

"Momen tatap muka ini menjadi kesempatan bagi para pengungsi untuk mengutarakan kendala yang mereka hadapi sehari-hari di lokasi penampungan tersebut," demikian disimpulkan dari narasi kunjungan tersebut.