PORTALBERITA.CO.ID - Kabupaten Sumbawa di Nusa Tenggara Barat menyimpan kekayaan budaya tak ternilai, terutama melalui motif tenun tradisional nesek yang merupakan warisan budaya Sasambo. Kekayaan ini didukung oleh semangat luar biasa dari para perempuannya yang gigih melestarikan warisan tersebut.

Namun, di tengah gema janji Pemajuan Kebudayaan yang digaungkan oleh pemerintah pusat, inisiatif komunitas akar rumput bernama Sekolah Tenun Dadara Boto justru menghadapi realitas pahit. Sekolah ini telah berjuang secara mandiri sejak didirikan pada tahun 2018.

Fakta menunjukkan bahwa selama delapan tahun terakhir, inisiatif penting ini belum mendapatkan satu pun keputusan kebijakan yang berpihak dari pemerintah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai implementasi nyata dari dukungan negara terhadap pelestarian budaya lokal.

Perjuangan Sekolah Tenun Dadara Boto ini sangat terasa dampaknya bagi kelompok rentan di Sumbawa, seperti perempuan purna migran, penyandang disabilitas, dan mereka yang putus sekolah. Kelompok-kelompok ini semakin menunjukkan tanda-tanda terkikisnya kesabaran mereka.

Inti dari persoalan ini adalah pertanyaan mendasar mengenai peran pemerintah dalam sektor kebudayaan: apakah negara hadir sebagai fasilitator aktif atau hanya berfungsi sebagai penonton dalam proses pelestarian budaya? Dilansir dari INFOTREN, kekhawatiran ini semakin mengemuka seiring berjalannya waktu tanpa adanya intervensi kebijakan.

Di Sumbawa, Sekolah Tenun Dadara Boto bukanlah sekadar bangunan fisik untuk kegiatan menenun semata. Ia adalah ruang vital yang memberdayakan perempuan melalui penguasaan keterampilan budaya yang sarat filosofi Sasambo.

Inisiatif ini menjadi barometer penting untuk mengukur komitmen pemerintah terhadap penguatan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya di tingkat lokal. Kegagalan dukungan kebijakan dapat mengancam keberlangsungan praktik budaya otentik tersebut.

Oleh karena itu, perlu adanya perhatian serius dan langkah konkret dari pemangku kepentingan terkait untuk segera meninjau status dan kebutuhan Sekolah Tenun Dadara Boto. Dukungan kebijakan yang tepat waktu sangat krusial untuk memastikan warisan budaya ini tetap hidup dan memberdayakan masyarakat Sumbawa.

Follow portalberita.co.id
Follow on Google