PORTALBERITA.CO.ID - Perusahaan pengembang sistem nirawak asal Denmark, Sky-Watch, secara resmi memperkenalkan produk terbarunya, yaitu sistem pesawat udara tanpa awak (UAV) jarak jauh bernama RQ-70 Dainn. Peluncuran ini menandai sebuah langkah signifikan dalam evolusi teknologi pertahanan global saat ini.

Sistem RQ-70 Dainn ini dirancang secara spesifik untuk mendukung pelaksanaan misi intelijen, pengawasan, pengintaian (ISR), serta akuisisi target secara lebih efektif di lapangan. Desainnya mengintegrasikan kapabilitas yang dibutuhkan dalam operasi militer modern yang dinamis.

Peluncuran perdana dari sistem canggih RQ-70 Dainn ini dijadwalkan akan dilaksanakan dalam acara pameran pertahanan internasional Eurosatory. Acara bergengsi tersebut akan diselenggarakan di Paris, Prancis, pada rentang waktu 15 hingga 19 Juni 2026 mendatang.

Keputusan untuk meluncurkan teknologi ini bertepatan dengan dinamika medan perang yang semakin cepat, yang mana kebutuhan akan sistem pengawasan real-time menjadi semakin krusial. Peluncuran ini dilihat sebagai respons terhadap tantangan keamanan kontemporer.

Dilansir dari BisnisMarket.com, sistem RQ-70 Dainn ini diklaim membawa pengalaman dan pembelajaran yang didapat dari implementasi di medan perang Ukraina. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembangan produk telah melalui uji coba operasional yang relevan.

Pengembangan sistem nirawak jarak jauh ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengumpulan data intelijen tanpa menempatkan personel dalam risiko langsung. Ini sejalan dengan tren modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di berbagai negara.

"Sistem ini dirancang untuk mendukung misi intelijen, pengawasan, pengintaian, serta akuisisi target secara efektif," itulah pernyataan yang disampaikan mengenai kapabilitas utama dari RQ-70 Dainn. Hal ini menekankan fokus utama dari produk baru Sky-Watch tersebut.

Lebih lanjut, mengenai jadwal perkenalan, "Peluncuran perdana RQ-70 Dainn dijadwalkan berlangsung dalam ajang Eurosatory yang akan diselenggarakan di Paris, Prancis, pada 15 hingga 19 Juni 2026," demikian informasi yang diberikan mengenai waktu dan tempat debut publiknya.

Peluncuran ini juga menandai evolusi signifikan dalam sektor pertahanan, khususnya dalam adaptasi teknologi terhadap perubahan cepat yang terjadi di zona konflik saat ini. Hal ini membuka lembaran baru dalam kapabilitas pengawasan jarak jauh.