PORTALBERITA.CO.ID - Menjelang perayaan puncak Hari Raya Waisak tahun 2570, umat Buddha di Indonesia kembali menggelar ritual tahunan yang memiliki makna mendalam. Kegiatan sakral ini menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan hari besar keagamaan tersebut.
Aksi simbolis ini berfokus pada peningkatan nilai kepedulian terhadap kelestarian alam semesta dan seluruh makhluk hidup. Ritual ini dilaksanakan sebagai bagian integral dari peringatan Waisak yang akan jatuh pada tahun 2026 Masehi.
Inti dari rangkaian peringatan tersebut adalah sebuah prosesi pelepasan satwa hidup ke alam bebas. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari ajaran welas asih yang dipegang teguh oleh umat Buddha.
Secara spesifik, prosesi yang dilaksanakan mencakup pelepasan ribuan ekor ikan ke perairan alami. Selain itu, burung merpati juga turut dilepaskan sebagai simbol pembebasan.
Lokasi pelaksanaan ritual pelepasan satwa ini terpusat di wilayah Sungai Progo, Magelang. Pemilihan lokasi ini menunjukkan komitmen mereka terhadap pelestarian ekosistem perairan setempat.
Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang konsisten dilakukan oleh umat Buddha dalam rangka menyambut Waisak. Tujuannya adalah untuk menunjukkan penghargaan terhadap kehidupan dan alam ciptaan.
Dilansir dari INFOTREN.ID, kegiatan sakral ini difokuskan pada peningkatan nilai kepedulian terhadap kelestarian alam semesta. Ini menegaskan bahwa perayaan Waisak tidak hanya bersifat spiritual personal, tetapi juga sosial dan ekologis.
Prosesi tersebut secara spesifik mencakup pelepasan ribuan ekor ikan dan burung merpati ke alam bebas. "Kegiatan sakral ini difokuskan pada peningkatan nilai kepedulian terhadap kelestarian alam semesta," demikian disampaikan dalam konteks persiapan Waisak 2570.
Rangkaian peringatan hari besar keagamaan ini diwarnai dengan sebuah aksi simbolis yang melibatkan pelepasan satwa hidup. Tindakan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk lebih menjaga lingkungan.