PORTALBERITA.CO.ID - Fenomena keinginan kuat untuk mengonsumsi camilan di tengah malam sering kali dialami oleh banyak orang, terutama setelah melewati jam tidur normal. Kebiasaan begadang ini kerap memicu rasa lapar yang sulit ditahan meskipun tubuh sebenarnya tidak membutuhkan asupan energi tambahan.
Kondisi ini ternyata tidak terjadi tanpa alasan, melainkan memiliki dasar ilmiah yang sangat kuat terkait dengan sistem biologis manusia. Banyak orang yang belum menyadari bahwa kurang tidur secara langsung memengaruhi kinerja hormon dalam tubuh.
"Fenomena keinginan kuat untuk mengonsumsi camilan atau makanan di tengah malam, khususnya setelah melewati jam tidur normal, merupakan pengalaman yang memiliki dasar ilmiah yang kuat," ujar ahli gizi tersebut.
Dilansir dari INFOTREN.ID, dorongan untuk makan di malam hari ini sangat berkaitan erat dengan perubahan hormonal yang terjadi saat seseorang terjaga melebihi waktu tidur biasanya. Kurang tidur dapat mengacaukan sinyal lapar dan kenyang yang dikirimkan oleh otak.
Ketika tubuh kekurangan waktu istirahat, produksi hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan akan meningkat secara signifikan. Sebaliknya, hormon leptin yang berfungsi untuk memberikan sinyal kenyang justru akan mengalami penurunan.
Untuk mengatasi masalah ini, langkah praktis utama yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki pola tidur dan menghindari begadang jika tidak mendesak. Tidur yang cukup dan teratur akan membantu menjaga keseimbangan hormon pengatur nafsu makan tetap stabil.
Apabila Anda terpaksa harus terjaga di malam hari, cobalah untuk mengalihkan keinginan mengemil dengan mengonsumsi air putih hangat secara perlahan. Sering kali, rasa lapar di malam hari sebenarnya merupakan sinyal dehidrasi ringan yang salah diartikan oleh tubuh.
Jika rasa lapar tetap tidak tertahankan, pilihlah camilan sehat yang rendah kalori namun tinggi serat seperti buah-buahan segar atau yoghurt tanpa rasa. Hindari makanan yang mengandung tinggi gula dan garam karena dapat memicu lonjakan energi sesaat yang kemudian membuat tubuh semakin lemas.