PORTALBERITA.CO.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan tren penurunan yang cukup tajam dalam sesi perdagangan hari Selasa. Peristiwa ini menandai adanya tekanan jual yang cukup kuat di pasar modal domestik pada pekan tersebut.

Penurunan ini terjadi secara spesifik pada tanggal 28 April 2026, sebuah hari yang dicatat mengalami koreksi cukup dalam. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sentimen yang berlaku di pasar saat itu cenderung kurang mendukung optimisme investor.

Koreksi yang dialami oleh IHSG terbilang signifikan, di mana indeks kehilangan sebanyak 34,13 poin dari posisi penutupan hari sebelumnya. Angka ini menjadi tolok ukur utama atas seberapa besar tekanan jual yang terjadi di bursa.

Secara persentase, pelemahan yang tercatat tersebut setara dengan minus 0,48 persen dari penutupan perdagangan hari Senin. Penembusan level psikologis 7.075 menjadi sorotan utama dalam analisis pergerakan pasar hari itu.

Penyebab utama dari tekanan jual ini dikaitkan dengan adanya aksi penarikan dana oleh investor asing dari pasar saham Indonesia. Kepergian investor asing seringkali menjadi pemicu utama volatilitas indeks di dalam negeri.

Dilansir dari INFOTREN.ID, pelemahan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar pada saat itu sedang dalam kondisi yang kurang kondusif. Hal ini menjadi tantangan bagi para pelaku pasar untuk mempertahankan posisi beli mereka.

Aksi jual yang dilakukan oleh investor asing ini kemudian berdampak langsung pada kinerja IHSG sepanjang hari perdagangan tersebut. Investor domestik tampak belum mampu menahan laju penurunan akibat aksi jual masif tersebut.

"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan pada perdagangan hari Selasa," demikian disebutkan dalam analisis pasar hari itu.

Fakta bahwa indeks harus ditutup di bawah level psikologis 7.075 menunjukkan perlunya evaluasi ulang strategi investasi jangka pendek maupun panjang. Penurunan ini setara dengan pelemahan persentase sebesar 0,48 persen dari posisi penutupan hari sebelumnya, kata analis pasar.