PORTALBERITA.CO.ID - Mata uang Rupiah Indonesia mencatatkan performa gemilang pada penutupan perdagangan di akhir pekan ini. Nilai tukar Garuda berhasil menguat tajas terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat, 17 Juli 2026.
Berdasarkan data pasar yang terpantau, apresiasi ini membawa Rupiah merangkak naik ke posisi Rp17.885 per Dolar AS. Penguatan tersebut menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi domestik di tengah fluktuasi pasar keuangan global.
Merujuk pada data yang dihimpun oleh Refinitiv, mata uang Garuda tercatat mengalami kenaikan nilai sebesar 0,53 persen dalam sehari. Lonjakan ini sekaligus menempatkan Rupiah pada posisi terkuatnya dalam beberapa pekan terakhir.
Pencapaian impresif pada akhir pekan tersebut menandai level tertinggi Rupiah dalam kurun waktu lebih dari dua minggu. Tercatat, posisi kuat ini merupakan yang terbaik sejak tanggal 30 Juni 2026 yang lalu.
Faktor utama yang mendorong penguatan tajam ini adalah melemahnya indeks Dolar AS di pasar global. Tekanan terhadap mata uang negeri Paman Sam tersebut dipicu oleh rilis data perlambatan inflasi global yang mulai mereda.
Dikutip dari BISNISMARKET.COM, situasi meredanya tekanan inflasi global ini memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang untuk melakukan rebound. Rupiah pun memanfaatkan momentum tersebut dengan sangat baik untuk mengimbangi dominasi Dolar AS.
Para pelaku pasar kini terus mencermati arah kebijakan moneter global selanjutnya pasca-penurunan tensi inflasi ini. Tren positif ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional hingga paruh kedua tahun ini.