BOGOR – Sejumlah orang tua siswa di Kota Bogor mempertanyakan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur prestasi di SMP Negeri 4 Kota Bogor. Kekhawatiran muncul karena pihak sekolah dinilai tidak memberikan transparansi mengenai hasil penilaian tes praktik, salah satu komponen penting dalam seleksi tersebut.

Kekecewaan ini dirasakan oleh wali murid yang anak-anaknya telah berjuang meraih prestasi, termasuk menjadi Juara I Piala Ketua AFKOT Bogor 2025. Mereka tidak hanya kecewa karena anak mereka tidak diterima, tetapi juga karena tidak mengetahui skor dari tes praktik yang diikuti.

Tiga orang tua siswa asal SDN Gunung Batu 1 secara kolektif menuntut keterbukaan informasi. Ismi Erina, salah satu wali murid, menyatakan bahwa mereka hanya ingin mengetahui nilai yang diperoleh putranya, Alfin Rasyid, dalam tes praktik.

"Kami hanya ingin tahu nilai anak kami. Kalau memang kalah, kami siap menerima. Tapi jangan biarkan kami bertanya-tanya tanpa pernah mengetahui hasil tes praktiknya," ujar Ismi saat dihubungi, Selasa (7/7/2026).

Alfin Rasyid mendaftar melalui jalur prestasi futsal dengan menyertakan sertifikat Juara I Piala Ketua AFKOT Bogor 2025. Ia telah mengikuti seluruh tahapan seleksi, termasuk tes shooting sebagai bagian dari tes praktik kemampuan bermain futsal.

Menurut orang tua, komposisi penilaian jalur prestasi terdiri atas 50% nilai sertifikat prestasi, 40% tes praktik, dan 10% Tes Kemampuan Akademik (TKA).

"Kalau memang tes praktik bobotnya sampai 40 persen, kenapa nilainya tidak dibuka? Bukankah itu bagian penting dari proses seleksi?" tambah Ismi, yang juga menyebutkan upaya mediasi langsung ke sekolah belum membuahkan hasil.

Keluhan serupa disampaikan oleh Rosita, orang tua dari Adi Aashif Setiadi, rekan satu tim Alfin. Rosita juga menuntut adanya keterbukaan nilai praktik seluruh peserta.

"Kalau memang ada peserta dengan prestasi lebih baik, kami menghormatinya. Tetapi bukalah nilai praktik seluruh peserta. Dengan begitu masyarakat bisa melihat bahwa proses seleksi benar-benar objektif," tutur Rosita.