PORTALBERITA.CO.ID - Menjelang selesainya rangkaian ibadah umrah di Tanah Suci, presenter ternama Ruben Onsu dikabarkan sedang mempersiapkan langkah hukum yang signifikan. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap isu mendasar terkait hak asuh atas anak-anaknya.

Fokus utama dari persiapan langkah hukum ini adalah mengenai hak asuh anak, yang saat ini menjadi perhatian paling prioritas bagi Ruben Onsu. Hal ini mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk meninjau ulang struktur pengasuhan yang berjalan.

Keputusan drastis ini tidak diambil secara gegabah, melainkan melalui serangkaian pertimbangan yang sangat mendalam. Pertimbangan tersebut berkisar pada kondisi pengasuhan anak-anaknya yang sedang berlangsung selama ini.

Ruben Onsu merasa bahwa penyesuaian yang signifikan kini mutlak diperlukan dalam pengaturan hak serta kewajibannya sebagai seorang ayah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kepastian hukum dan kenyamanan bagi masa depan anak-anaknya.

Dilansir dari INFOTREN.ID, kabar mengenai persiapan langkah hukum ini muncul saat Ruben Onsu masih berada di luar negeri untuk menunaikan ibadah. Ini menunjukkan betapa seriusnya masalah ini di mata sang artis.

"Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian pertimbangan mendalam mengenai kondisi pengasuhan anak-anaknya yang sedang berlangsung," demikian disampaikan mengenai latar belakang pengambilan keputusan tersebut.

Lebih lanjut, fokus utama dari rencana gugatan hukum ini adalah untuk menegaskan kembali peran dan tanggung jawabnya sebagai orang tua tunggal. Tujuannya adalah untuk mencari solusi terbaik bagi kesejahteraan buah hatinya.

"Ruben Onsu merasa perlu adanya penyesuaian signifikan dalam pengaturan hak dan kewajibannya sebagai orang tua," ungkap sumber informasi terkait langkah yang akan diambil oleh presenter tersebut.

Dengan mengambil jalur hukum, Ruben Onsu berharap dapat memperoleh kejelasan dan kepastian hukum yang mengikat mengenai bagaimana hak asuh anak-anaknya akan dijalankan ke depannya. Langkah ini diharapkan menjadi titik terang dalam persoalan domestik ini.