PORTALBERITA.CO.ID - Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 baru saja resmi ditutup setelah sukses diselenggarakan selama tiga hari penuh di kawasan Nusa Dua, Bali. Acara tahunan ini berhasil mencatatkan rekor transaksi yang sangat signifikan bagi industri perjalanan dan pariwisata Indonesia.

Secara akumulatif, total transaksi yang berhasil dibukukan selama pameran tersebut mencapai angka fantastis, yakni tembus Rp6,9 triliun. Capaian ini sekaligus menegaskan kembali posisi BBTF sebagai salah satu pameran perjalanan terbesar dan paling berpengaruh di kancah nasional.

Meskipun angka transaksi yang dicapai sangat mengesankan, beberapa pelaku industri pariwisata menyatakan pandangan yang lebih hati-hati. Mereka menyoroti adanya potensi kesenjangan antara besarnya nilai transaksi yang diumumkan dengan realitas kondisi industri secara keseluruhan.

Perhelatan akbar ini berlangsung pada rentang waktu yang telah ditentukan, yaitu mulai tanggal 28 hingga 30 Mei. Lokasi strategis di Nusa Dua, Bali, menjadi pusat pertemuan para pemangku kepentingan dari sektor pariwisata domestik maupun internasional.

Ketua Panitia BBTF 2026, I Putu Winastra, menyampaikan rasa gembiranya atas hasil yang telah dicapai oleh acara tersebut. Ia mengakui bahwa angka transaksi yang tercatat memang sangat memuaskan bagi penyelenggara dan peserta.

"Capaian tersebut merupakan hasil yang menggembirakan," ujar I Putu Winastra.

Namun demikian, I Putu Winastra juga mengingatkan bahwa nilai transaksi finansial saja tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur kesuksesan sebuah travel fair. Dampak sesungguhnya memerlukan waktu untuk terukur melalui berbagai indikator lain yang lebih substantif.

Menurutnya, keberhasilan sejati BBTF akan terlihat dari terwujudnya kerja sama bisnis baru yang berkelanjutan, pengembangan produk wisata yang inovatif, hingga ekspansi pasar yang lebih luas. Hal ini juga termasuk kontribusi nyata terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi.

Dilansir dari INFOTREN, penutupan BBTF 2026 ini memberikan optimisme sekaligus catatan penting bagi industri. Fokus ke depan adalah bagaimana menjembatani angka transaksi besar ini menjadi pertumbuhan sektor pariwisata yang fungsional dan berkelanjutan.