PORTALBERITA.CO.ID - Proyeksi ekonomi Indonesia diperkirakan tetap bertahan secara stabil pada kisaran lima persen hingga tahun 2028 mendatang. Kondisi ini mencerminkan resiliensi nasional yang relatif kuat di tengah berbagai dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, perkiraan arah perekonomian ini merujuk pada hasil Bloomberg Economic Survey edisi Juli 2026 yang dirilis pada Rabu (31/7). Hasil riset tersebut memberikan gambaran komprehensif mengenai laju Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Secara tahunan, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diproyeksikan mampu mencapai angka 5,1 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi dalam negeri masih memiliki daya tahan yang cukup solid untuk menopang aktivitas pasar.
Kendati demikian, laju perekonomian nasional diprediksi akan mengalami penyesuaian ritme atau melambat pada penghujung tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat 2026 diperkirakan berada di angka 4,58 persen.
Tren penurunan tipis tersebut diproyeksikan masih akan berlanjut hingga memasuki awal periode tahun berikutnya. Pada kuartal pertama tahun 2027, laju pertumbuhan ekonomi nasional diprediksi menyentuh level 4,5 persen.
"Ekonomi Indonesia diproyeksikan berada di kisaran lima persen hingga 2028, namun terdapat catatan penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas pertumbuhan tersebut," kata perwakilan tim riset dalam Bloomberg Economic Survey.
Sejumlah pengamat menilai bahwa angka pertumbuhan yang stabil di permukaan perlu diimbangi dengan perbaikan kualitas di tingkat mikro. Catatan dan evaluasi kritis menjadi poin penting agar laju pertumbuhan tidak sekadar memenuhi target kuantitatif semata.
Secara keseluruhan, upaya untuk mempertahankan pertumbuhan di level lima persen hingga 2028 membutuhkan kebijakan antisipatif yang matang. Sinergi antara sektor pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi mendatang.