JAKARTA – Program distribusi 1.098 ekor sapi untuk momentum Iduladha 2026 yang digagas pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menarik perhatian publik setelah ramai dibahas di media sosial. Perbincangan muncul setelah Istana mengonfirmasi bahwa anggaran program tersebut, senilai sekitar Rp100 miliar, bersumber dari pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menegaskan bahwa anggaran tersebut dialokasikan dari pos Banmaspres yang memang disiapkan pemerintah untuk kegiatan sosial dan bantuan kemasyarakatan di berbagai daerah.
"Ini adalah bantuan kemasyarakatan Presiden untuk masyarakat," ujar Juri Ardiantoro di Jakarta, belum lama ini.
Pemerintah secara tegas memisahkan program bantuan negara ini dari ibadah kurban pribadi Presiden. Pemerintah mengklarifikasi bahwa Presiden Prabowo tetap melaksanakan kurban pribadi menggunakan dana pribadi, terpisah dari program bantuan sapi melalui Banmaspres tersebut. Publik diminta membedakan antara "kurban pribadi Presiden" dengan "program bantuan pemerintah" untuk masyarakat saat Iduladha.
Dampak Ekonomi dan Dukungan Tokoh Agama
Selain bertujuan membantu masyarakat penerima manfaat, program bantuan sapi kurban ini dinilai memberikan dampak positif signifikan terhadap sektor peternakan nasional. Seluruh sapi yang didistribusikan diklaim dibeli dari peternak lokal di berbagai daerah di Indonesia.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi daerah sekaligus membantu peternak meningkatkan penjualan menjelang Hari Raya Iduladha. Pemerintah berharap program bantuan ini dapat memperkuat sektor peternakan rakyat dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kecil.
Sejumlah pihak menilai penggunaan APBN untuk bantuan sosial berbasis keagamaan bukanlah hal baru, selama dilakukan melalui mekanisme resmi dan sesuai aturan tata kelola pemerintahan. Program bantuan sosial semacam ini dianggap memiliki dasar administratif yang kuat selama diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, bantuan sapi kurban melalui anggaran negara dapat menjadi langkah positif apabila benar-benar ditujukan untuk membantu rakyat.