JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera dan Aceh menunjukkan kemajuan signifikan berkat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah provinsi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh kini tengah berpacu menyusun Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) sebagai dasar perencanaan pemulihan jangka menengah dan panjang.
Sumatera Barat menjadi provinsi pertama yang menyelesaikan dan menyerahkan dokumen R3P kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dokumen tersebut mencakup rencana pemulihan untuk 13 kabupaten dan kota terdampak banjir dan longsor. Langkah cepat ini menandai komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun kembali wilayahnya secara terstruktur dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sumatera Utara dan Aceh menargetkan penyusunan R3P rampung pada akhir Januari 2026. Kedua provinsi ini tengah menyusun strategi pemulihan yang mencakup perbaikan infrastruktur, pemulihan ekonomi lokal, serta perlindungan sosial bagi warga terdampak.
Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana sekitar 60 triliun rupiah untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak. Dana ini akan disalurkan berdasarkan dokumen R3P yang disusun masing-masing daerah, guna memastikan transparansi dan ketepatan sasaran.
Presiden Prabowo Subianto membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk mengawal langsung proses pemulihan. Prinsip “No One Left Behind” menjadi pijakan utama, memastikan tidak ada warga terdampak yang terabaikan dalam proses pemulihan.
Sebagai bentuk perhatian khusus, pemerintah juga mengembalikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Aceh sebesar 1,7 triliun rupiah pada tahun anggaran 2026. Keputusan ini diambil mengingat besarnya dampak bencana yang dialami wilayah tersebut.
Fase pemulihan ini didasarkan pada kajian Jitupasna (Kajian Kebutuhan Pascabencana) yang mencakup penilaian kerusakan fisik, dampak sosial, serta kebutuhan ekonomi masyarakat. Dokumen R3P menjadi instrumen penting untuk mengarahkan bantuan dan intervensi secara tepat.
Dengan perencanaan yang matang dan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap pemulihan tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memulihkan harapan dan keberdayaan masyarakat. Sumatera dan Aceh kini bergerak bersama menuju pemulihan yang lebih tangguh dan inklusif.*


