BOGOR – Ribuan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bogor menggelar demonstrasi ricuh di Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (12/1/2026). Aksi massa yang berasal dari Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang ini menuntut kejelasan nasib dan pembayaran kompensasi pascapenutupan kegiatan pertambangan di wilayah tersebut.

Massa tetap bertahan di lokasi meski diguyur hujan, menuntut jawaban pasti atas dampak ekonomi dan keberlanjutan hidup warga yang terdampak kebijakan penutupan tambang. Mereka mendesak pemerintah daerah segera merealisasikan kompensasi yang sebelumnya dijanjikan.

Dalam orasinya, koordinator aksi Ahmmad Gojali (akrab disapa Bule) dan Asep Fadlan mendesak agar Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedy Mulyadi atau KDM, hadir langsung. Selain itu, mereka juga menuntut Bupati, Wakil Bupati, dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor segera mendengarkan dan menanggapi aspirasi masyarakat.

"Kepastian dari pemerintah menjadi hal mendesak yang telah lama kami nantikan," tegas Ahmmad Gojali.

Dipicu Tanggapan Camat

Aksi demonstrasi yang berlangsung damai sempat memanas ketika Camat Kecamatan Cigudeg, Ade Zulfahmi, diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Camat Ade Zulfahmi naik ke atas mobil komando untuk berbicara di hadapan massa.

Namun, tanggapan yang disampaikan Camat justru memicu keributan. "Saya bukan orang pergerakan," ujar Ade Zulfahmi, yang membuat massa kecewa dan memicu kericuhan.

Kekecewaan tersebut menyebabkan demonstrasi menjadi tidak kondusif. Massa mulai melempari Kantor Kecamatan Cigudeg pada Senin sore (12/1/2026).

Jalan Nasional Lumpuh Total