PORTALBERITA.CO.ID - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah mengimplementasikan sebuah langkah strategis yang signifikan dalam upaya pembenahan tata kelola sumber daya manusia (SDM) di internal Korps Bhayangkara. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat integritas dan kapabilitas para perwira tinggi di tubuh institusi.

Fokus utama dari program pembenahan SDM ini diarahkan secara spesifik pada proses seleksi calon Perwira Tinggi (Pati). Seleksi ini merupakan tahapan krusial bagi para Pati yang memiliki prospek untuk dipromosikan menjadi pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol).

Penentuan promosi untuk kenaikan pangkat tersebut telah ditetapkan untuk Periode Tahun Anggaran 2026 mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa Polri telah merencanakan proses kaderisasi kepemimpinan dengan jadwal yang terstruktur dan matang.

Kegiatan sentral dalam kerangka pembenahan ini adalah penyelenggaraan Assessment Center yang dirancang secara komprehensif. Pelaksanaan asesmen ini melibatkan pihak eksternal untuk menjamin objektivitas penilaian terhadap para Pati yang bersangkutan.

Langkah penerapan asesmen eksternal ini menegaskan komitmen institusi Polri. Komitmen tersebut adalah memastikan bahwa setiap keputusan promosi didasarkan pada prinsip yang kuat, terukur, dan akuntabel.

"Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah mengimplementasikan langkah strategis untuk membenahi tata kelola sumber daya manusia (SDM) di internal Korps Bhayangkara," demikian disampaikan oleh sumber internal mengenai fokus institusi saat ini.

Lebih lanjut, fokus utama saat ini adalah pada proses seleksi calon Perwira Tinggi (Pati) yang akan dipromosikan menjadi Brigadir Jenderal Polisi untuk periode Tahun Anggaran 2026. Hal ini menegaskan adanya perencanaan suksesi yang jelas di level kepemimpinan.

"Kegiatan sentral dalam upaya pembenahan ini adalah pelaksanaan Assessment Center yang komprehensif bagi para Pati tersebut," menurut informasi yang diperoleh mengenai mekanisme pengujian terbaru.

Pelaksanaan asesmen ini dirancang untuk menguji secara mendalam tidak hanya kompetensi manajerial, tetapi juga integritas masing-masing Pati. Tujuannya adalah menghasilkan kepemimpinan yang benar-benar siap menghadapi tantangan ke depan.