PORTALBERITA.CO.ID - Perekonomian Indonesia saat ini menunjukkan tingkat ketahanan yang patut diperhitungkan di tengah lanskap global yang dipenuhi ketidakpastian dan dinamika penuh tantangan. Kekuatan fundamental internal negara menjadi modal utama yang mampu menopang stabilitas perekonomian nasional secara berkelanjutan.

Faktor penahan guncangan eksternal ini diungkapkan secara spesifik oleh Bank Indonesia (BI) baru-baru ini. Hal ini mengindikasikan sejauh mana struktur ekonomi yang ada mampu menyerap dampak negatif dari gejolak yang bersumber dari luar negeri.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam suatu kesempatan yang berlangsung belum lama ini. Penegasan ini menyoroti peran vital dari permintaan domestik dalam menjaga laju pertumbuhan tetap positif.

"Kekuatan fundamental yang relatif kokoh menjadi modal utama bagi stabilitas perekonomian nasional," ujar Destry Damayanti.

Lebih lanjut, beliau menggarisbawahi bagaimana struktur ekonomi Indonesia terbukti efektif dalam meredam potensi dampak buruk dari guncangan yang berasal dari lingkungan global. Mekanisme internal ini menjadi pelindung utama perekonomian.

Dilansir dari BISNISMARKET.COM, penekanan pada konsumsi domestik sebagai penjaga stabilitas ini menjadi poin penting dalam evaluasi kinerja ekonomi terkini. Hal ini menunjukkan bahwa pasar internal masih menjadi mesin penggerak utama.

Keberhasilan dalam menjaga ketahanan ekonomi ini terjadi meskipun berbagai tekanan, seperti inflasi global atau perlambatan pertumbuhan mitra dagang, terus membayangi. Indonesia mampu memitigasi risiko tersebut melalui basis konsumsi yang kuat.

Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang mendukung daya beli masyarakat dan menjaga inflasi tetap terkendali telah memberikan hasil positif dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Peran BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar juga turut mendukung upaya ini.

Follow portalberita.co.id
Follow on Google