PORTALBERITA.CO.ID - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatatkan tren positif dalam pengelolaan dana haji nasional. Total dana kelolaan diproyeksikan dan dicatat mencapai rekor baru sebesar Rp180,74 triliun pada tahun 2025.
Dikutip dari BisnisMarket.com, capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup solid yakni sebesar 5,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan kinerja keuangan yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian.
Pada periode tahun 2024, saldo dana kelolaan BPKH tercatat sebesar Rp171,64 triliun. Kenaikan signifikan hingga menembus angka Rp180 triliun menjadi bukti efektivitas strategi penempatan dana yang dijalankan lembaga tersebut.
"Peningkatan dana kelolaan ini menjadi bukti keberhasilan pengelolaan keuangan haji di tengah berbagai tantangan ekonomi," kata pihak BPKH.
Pencapaian ini memberikan dampak positif yang langsung dirasakan pada penguatan ekosistem penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Posisi keuangan yang makin solid akan memperkuat kepastian pelayanan serta penyiapan nilai manfaat bagi para calon jemaah.
Pertumbuhan saldo ini juga dinilai mampu memperkuat daya tahan finansial dalam menanggulangi potensi kenaikan biaya operasional haji di tingkat internasional. BPKH terus berkomitmen menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap kebijakan investasi yang diambil.
"Strategi investasi yang tepat dijalankan untuk menjaga nilai manfaat dana haji agar tetap optimal dan berkelanjutan," ujar BPKH.
Di tengah gejolak pasar finansial global, penempatan dana secara prudent menjadi prioritas utama BPKH. Langkah terukur ini diharapkan dapat terus menjaga ketahanan dana haji sekaligus memelihara kepercayaan masyarakat secara berkelanjutan.