PORTALBERITA.CO.ID - Pemerintah Republik Indonesia telah mengumumkan rencana besar terkait perayaan Hari Raya Idul Adha tahun 2026 mendatang. Rencana ini mencakup pengadaan sejumlah hewan kurban yang akan disalurkan atas nama Presiden Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto secara khusus telah menyiapkan total 1.098 ekor sapi kurban untuk dipersembahkan pada momen sakral Idul Adha 2026. Jumlah ini menunjukkan skala persiapan yang signifikan dari pihak kepresidenan untuk perayaan keagamaan tersebut.

Seluruh proses pengadaan hewan kurban dalam jumlah besar ini dipastikan bersumber dari keuangan negara. Pendanaan tersebut diambil langsung dari pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan.

Secara spesifik, dana yang digunakan berasal dari pos bantuan kemasyarakatan kepresidenan. Ini menjadi penegasan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program dukungan sosial yang berada di bawah naungan otoritas presiden.

Informasi mengenai kebijakan strategis ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamen Setneg). Pengungkapan ini dilakukan dalam sebuah sesi jumpa pers di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.

Peristiwa pengumuman ini terjadi pada hari Selasa, tepatnya tanggal 26 Mei 2026. Lokasi penyampaian informasi tersebut adalah di Kompleks Istana Kepresidenan yang berada di Jakarta.

Wamen Setneg, Juri Ardiantoro, merinci besaran total dana yang digelontorkan oleh pemerintah untuk pembelian sapi kurban tersebut. Total keseluruhan anggaran yang dipersiapkan mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp100 miliar.

"Seluruh pengadaan sapi tersebut menggunakan anggaran negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tepatnya dari pos bantuan kemasyarakatan presiden," ujar Juri Ardiantoro, saat menyampaikan rincian kebijakan tersebut.

Dikutip dari Infotren.id, Juri Ardiantoro juga mengonfirmasi besaran nominal yang telah disiapkan untuk memastikan ketersediaan hewan kurban. "Total anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk pembelian sapi kurban mencapai sekitar Rp100 miliar," kata beliau.