PORTALBERITA.CO.ID - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menginisiasi langkah strategis untuk menata ulang tata letak tenda di Arafah sebagai persiapan menyambut puncak ibadah haji tahun 2026. Langkah proaktif ini diambil jauh sebelum hari H demi menjamin kelancaran operasional.

Fokus utama dari penataan ini adalah untuk memastikan bahwa setiap jemaah haji mendapatkan hak pelayanan yang adil dan terdistribusi secara merata di seluruh area Arafah. Hal ini merupakan prioritas utama pemerintah dalam menyelenggarakan ibadah haji.

Pelaksanaan puncak ibadah haji sendiri dijadwalkan akan jatuh pada hari Jumat, bertepatan dengan tanggal 22 Mei 2026 mendatang. Penataan fasilitas ini harus rampung sebelum tanggal krusial tersebut tiba.

Penertiban fasilitas yang dilakukan di Arafah ini merupakan bagian integral dari upaya mitigasi risiko yang mungkin timbul di lapangan selama musim haji. Ini bertujuan meminimalisir potensi kepadatan yang tidak terkelola.

Fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina) diidentifikasi sebagai titik operasional haji yang paling membutuhkan perhatian dan manajemen yang ketat. Oleh sebab itu, persiapan di Arafah menjadi sangat penting.

Saat ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sedang giat melaksanakan identifikasi lokasi dengan menempelkan identitas nama jemaah dan kode kelompok terbang (kloter) pada setiap tenda maktab. Proses ini dilakukan secara bertahap dan sistematis.

"Langkah ini bertujuan utama untuk menjamin setiap jemaah mendapatkan hak pelayanan yang adil, tertib, dan terdistribusi secara merata," demikian pernyataan mengenai tujuan penataan tersebut.

Dilansir dari INFOTREN.ID, penataan ini juga bertujuan menciptakan ketertiban umum di lokasi yang menampung jutaan jemaah dari seluruh dunia. Ketertiban adalah kunci pelayanan prima.

"Penertiban fasilitas di Arafah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko di lapangan, mengingat fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina adalah titik operasional haji yang paling krusial," ujar salah satu perwakilan PPIH.