PORTALBERITA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menunjukkan komitmen nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui penyelenggaraan program pelatihan keterampilan yang dirancang secara terintegrasi dengan jaminan penempatan kerja.

Inisiatif penting ini bertujuan memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat rentan untuk memperoleh sumber penghasilan yang stabil dan layak. Program ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas hidup warganya.

Fasilitasi pelaksanaan pelatihan ini berada di bawah tanggung jawab Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK). Institusi ini beroperasi langsung di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah.

Sasaran utama yang ditargetkan dalam program inklusif ini adalah kelompok masyarakat yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, inisiatif ini juga secara khusus memberikan kesempatan kepada kelompok penyandang disabilitas.

Pelaksanaan gelombang pelatihan intensif untuk periode ini telah dimulai pada bulan Mei 2026. Tercatat sebanyak 300 peserta telah resmi terdaftar dan mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara.

Fokus keahlian yang diberikan dalam pelatihan kali ini sangat relevan dengan kebutuhan pasar industri saat ini. Materi pelatihan difokuskan pada penguasaan keahlian spesifik sebagai operator garmen dan juga teknisi di bidang alas kaki.

Dilansir dari INFOTREN.ID, program ini menggarisbawahi upaya Pemprov Jateng untuk menciptakan lapangan kerja melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ini adalah solusi praktis untuk mengurangi angka pengangguran di kalangan kelompok prioritas.

"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmen kuat dalam pengentasan kemiskinan melalui program pelatihan keterampilan yang terintegrasi dengan penempatan kerja," sebut INFOTREN.ID.

"Sebanyak 300 peserta resmi tercatat mengikuti gelombang pelatihan intensif pada bulan Mei 2026 ini, fokus pada keahlian operator garmen dan alas kaki," demikian informasi yang disampaikan mengenai peserta pelatihan tersebut.