PORTALBERITA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kini memfokuskan upaya besar dalam pemenuhan kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan nasional yang membentang melintasi wilayahnya. Prioritas ini ditetapkan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan standar keselamatan berkendara di area tersebut.

Kebutuhan penerangan jalan di ruas nasional diproyeksikan mencapai angka yang cukup signifikan, yaitu sekitar 8.000 titik lampu baru. Jumlah ini dinilai krusial untuk menjamin keamanan serta kelancaran arus lalu lintas bagi seluruh pengguna jalan.

Keputusan ini diambil setelah jajaran pemerintah daerah Banten menyelenggarakan sebuah rapat koordinasi khusus yang berfokus pada evaluasi infrastruktur penerangan jalan. Rapat tersebut bertujuan memetakan area-area prioritas yang memerlukan penambahan fasilitas penerangan segera.

Informasi mengenai rencana ambisius ini disampaikan kepada publik pada hari Selasa, 19 Mei 2026. Penetapan waktu ini menunjukkan keseriusan Pemprov Banten dalam menindaklanjuti hasil evaluasi infrastruktur tersebut.

Dilansir dari Megapolitan, kebutuhan penambahan PJU ini muncul sebagai respons langsung terhadap tingginya potensi risiko kecelakaan yang sering terjadi pada malam hari di jalan-jalan nasional yang minim penerangan. Hal ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Peningkatan jumlah titik PJU ini secara langsung ditujukan untuk memitigasi potensi insiden kecelakaan lalu lintas. Dengan penerangan yang memadai, visibilitas pengendara akan meningkat drastis, baik bagi pengguna roda dua maupun roda empat.

"Pemerintah Provinsi Banten saat ini tengah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas jalan nasional yang melintasi wilayahnya," kutip dari sumber informasi yang didapatkan.

Lebih lanjut, kebutuhan sekitar 8.000 titik lampu baru tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif signifikan terhadap peningkatan keamanan dan mobilitas pengguna jalan secara keseluruhan. Hal ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan publik infrastruktur.

"Kebutuhan ini diperkirakan mencapai angka signifikan, yaitu sekitar 8.000 titik lampu baru, guna meningkatkan keamanan dan mobilitas pengguna jalan," ujar salah satu pejabat terkait, sebagaimana disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut.