PORTALBERITA.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mengambil langkah proaktif menjelang peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini dengan memperketat pengawasan kesehatan hewan ternak yang akan dijadikan kurban. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya antisipasi dini terhadap potensi risiko kesehatan hewan.
Langkah pengawasan yang ditingkatkan ini dipicu oleh adanya peningkatan volume lalu lintas pengiriman ternak yang masuk ke wilayah Kota Bengawan dari berbagai daerah pemasok. Peningkatan arus distribusi ini memerlukan monitoring yang lebih intensif dari otoritas terkait.
Fokus utama dari pengawasan ketat yang dilaksanakan oleh Pemkot Surakarta adalah mendeteksi secara dini dan mencegah meluasnya tujuh jenis penyakit menular yang dapat menyerang hewan kurban. Upaya ini bertujuan menjamin keamanan hewan yang akan dikonsumsi masyarakat.
Tujuh penyakit spesifik yang menjadi perhatian utama dalam pemeriksaan kesehatan hewan kurban tersebut meliputi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat menjadi isu nasional. Selain itu, penyakit Lainnya yang diawasi ketat adalah LSD, antraks, scabies, cascado, rhinitis, serta cacing hati.
Dilansir dari INFOTREN.ID, langkah antisipatif ini diambil sebagai respons terhadap dinamika distribusi ternak menjelang hari besar keagamaan. Pemkot ingin memastikan seluruh proses penyediaan hewan kurban berjalan sesuai standar kesehatan yang ditetapkan.
Peningkatan pengawasan kesehatan hewan ternak ini dilaksanakan oleh dinas terkait di seluruh titik masuk dan pasar hewan di wilayah Surakarta. Pemeriksaan mencakup aspek klinis dan riwayat kesehatan hewan sebelum dinyatakan layak untuk dijual sebagai hewan kurban.
Tujuannya adalah melindungi masyarakat dari potensi penularan penyakit zoonosis melalui konsumsi daging hewan yang tidak memenuhi standar kesehatan. Pemeriksaan menyeluruh ini diharapkan dapat meminimalisir potensi dampak buruk bagi kesehatan publik.
"Langkah ini diambil menyusul adanya peningkatan signifikan dalam lalu lintas pengiriman ternak yang masuk ke Kota Solo dari berbagai daerah," demikian disampaikan salah satu perwakilan dinas terkait, menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan ekstra.
Penyebaran informasi mengenai gejala penyakit dan prosedur pelaporan dini juga ditingkatkan kepada para peternak dan penjual hewan kurban di Surakarta. Hal ini bertujuan menciptakan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.