PORTALBERITA.CO.ID - Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 dipastikan akan memasuki babak baru dalam sejarah sepak bola global. Perubahan format kompetisi menjadi sorotan utama karena akan melibatkan peningkatan signifikan jumlah peserta.

Kompetisi empat tahunan ini akan memperluas kapasitasnya dengan menyertakan total 48 tim nasional dari berbagai konfederasi. Ekspansi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi negara-negara untuk berpartisipasi dalam ajang paling bergengsi ini.

Turnamen akbar mendatang juga akan mencetak sejarah sebagai edisi perdana yang diselenggarakan secara serentak di tiga negara sekaligus sebagai tuan rumah bersama. Ini menunjukkan peningkatan skala logistik dan organisasi yang luar biasa dari FIFA.

Ketiga negara yang terpilih sebagai tuan rumah bersama tersebut adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ketiganya kini sedang mematangkan persiapan infrastruktur dan kesiapan menjadi tuan rumah bagi jutaan penggemar sepak bola dunia.

Adapun mengenai jadwal resmi perhelatan ini telah ditetapkan oleh komite penyelenggara. Penetapan jadwal ini menandai dimulainya hitungan mundur menuju era baru dalam kompetisi sepak bola internasional yang lebih inklusif.

Momen pembukaan turnamen yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Juni 2026. Tanggal tersebut akan menjadi penanda dimulainya perhelatan akbar yang telah dinanti-nanti oleh para pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Dilansir dari BOGORPLUS.ID, perhelatan akbar ini memang dipastikan akan mencetak sejarah baru dalam sepak bola dunia karena adanya perubahan signifikan pada format kompetisi.

Perubahan format tersebut, yang meliputi peningkatan jumlah peserta menjadi 48 tim nasional, merupakan langkah strategis untuk mengembangkan jangkauan dan daya tarik Piala Dunia di kancah global.

"Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 dipastikan akan mencetak sejarah baru dalam perhelatan sepak bola dunia karena adanya perubahan signifikan pada format kompetisi yang akan melibatkan peningkatan jumlah peserta menjadi 48 tim nasional," demikian pernyataan yang disampaikan mengenai reformasi kompetisi tersebut.