MEDAN – PT Pertamina Patra Niaga mempercepat proses normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Langkah taktis ini diambil guna mengurai antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan pasokan.
Pihak Pertamina menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Sumatera Utara dalam kondisi aman. Antrean yang terjadi beberapa hari terakhir murni disebabkan oleh kendala logistik distribusi di lapangan, bukan karena menipisnya ketersediaan stok.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, gangguan distribusi tersebut dipicu oleh berkurangnya ketersediaan awak mobil tangki (AMT). Kondisi ini diperparah oleh lonjakan konsumsi masyarakat sebesar 5 hingga 10 persen dari rata-rata harian, seiring dengan aktifnya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran.
Guna mengatasi hambatan tersebut, Pertamina Patra Niaga langsung menambah armada pengiriman. Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, menjelaskan bahwa perusahaan telah mengambil langkah cepat untuk memperkuat kapasitas penyaluran.
"Saat ini, stok BBM di Integrated Terminal Medan Group berada dalam kondisi aman. Untuk meningkatkan kapasitas distribusi, Pertamina Patra Niaga telah menambah armada melalui skema spot charter sebanyak 30 unit mobil tangki yang difokuskan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU," ujar Hari dalam keterangan resminya, Rabu (17/7/2024).
Selain menambah armada, Pertamina juga mengoperasikan seluruh infrastruktur distribusi utama selama 24 jam penuh. Infrastruktur tersebut meliputi Integrated Terminal Medan Group, Fuel Terminal Pematang Siantar, dan Fuel Terminal Kisaran.
Untuk memastikan kelancaran di jalur distribusi, Pertamina mempererat koordinasi dengan aparat keamanan. Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) turut memberikan pengawalan ketat agar armada tangki dapat tiba di SPBU tepat waktu.
"Polda Sumut berkomitmen mendukung kelancaran distribusi energi melalui pengamanan dan pengawalan agar penyaluran BBM berlangsung aman, tertib, dan lancar," tegas Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumut, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri.
Selain Polri, dukungan personel dari Perbekalan Angkutan (Bekang) TNI juga dioptimalkan untuk memperkuat kapasitas awak mobil tangki di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).