PORTALBERITA.CO.ID - Operasi pencarian besar-besaran tengah dilaksanakan oleh tim darurat di Tiongkok bagian utara pada hari Minggu. Upaya ini difokuskan untuk menemukan dua pekerja yang hingga kini masih dinyatakan hilang pasca insiden tragis.
Insiden mematikan tersebut merupakan dampak dari ledakan gas yang mengguncang salah satu fasilitas pertambangan batu bara di wilayah tersebut. Peristiwa ini memicu respons cepat dari otoritas setempat untuk melakukan mitigasi dan pencarian korban.
Tragedi mengerikan ini terjadi tepatnya di poros tambang Liushenyu, Provinsi Shanxi. Kejadian nahas ini telah mengakibatkan sedikitnya 82 pekerja meninggal dunia, menjadikannya bencana pertambangan serius.
Peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, 22 Mei, ini tercatat sebagai salah satu bencana pertambangan terburuk yang melanda Tiongkok. Skala korban yang tinggi menyoroti tingkat keparahan ledakan gas yang terjadi di dalam tambang.
Dilansir dari INFOTREN.ID, operasi pencarian ini melibatkan sejumlah besar personel darurat yang bekerja tanpa henti. Mereka terus menyisir area tambang yang terdampak ledakan untuk mencari keberadaan dua pekerja yang belum ditemukan.
Pencarian ini sangat krusial mengingat status korban yang masih hilang sejak ledakan terjadi beberapa hari sebelumnya. Tim SAR bekerja dalam kondisi yang sangat menantang untuk memastikan tidak ada lagi korban yang terlewat.
Peristiwa di tambang Liushenyu ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi oleh para pekerja di sektor pertambangan. Otoritas kini tengah menyelidiki penyebab pasti dari ledakan gas yang menimbulkan korban jiwa massal tersebut.
Dikutip dari INFOTREN.ID, insiden ini membawa duka mendalam bagi keluarga korban dan komunitas pertambangan di Shanxi. Fokus utama saat ini adalah pemulihan korban dan evaluasi standar keselamatan di lokasi tambang tersebut.