PORTALBERITA.CO.ID - PT MRT Jakarta (Perseroda) telah mengambil langkah penting dan strategis guna memastikan kelanjutan pembangunan infrastruktur transportasi publik vital di wilayah ibu kota. Langkah ini merupakan penegasan komitmen perusahaan dalam memajukan konektivitas perkotaan melalui moda transportasi massal.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama resmi dengan dua entitas multinasional yang memiliki reputasi global di bidang teknologi dan konstruksi. Kemitraan ini diharapkan membawa standar teknologi terbaru dalam operasional MRT.
Dua perusahaan yang kini secara resmi dipercaya menjadi mitra pengembang dalam proyek ini adalah Hitachi Rail Hong Kong Limited dan Sumitomo Corporation. Kedua perusahaan ini akan berkolaborasi erat dengan BUMD DKI Jakarta tersebut.
Kemitraan yang baru terjalin ini secara spesifik akan berfokus pada pelaksanaan paket kontrak yang telah ditetapkan dalam proyek konstruksi jalur MRT Jakarta. Fokus utama adalah pada pengembangan sistem tiket otomatis.
Pengembangan sistem tiket otomatis atau yang dikenal sebagai Automatic Fare Collection (AFC) ini sangat krusial untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan transaksi penumpang di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan rencana pengembangan jalur Fase 2A.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, langkah ini menandai percepatan dalam integrasi teknologi canggih pada layanan transportasi publik yang dikelola oleh PT MRT Jakarta. Proses penandatanganan kerja sama ini menjadi tonggak penting.
Fokus utama dari kerja sama ini adalah implementasi teknologi AFC yang modern dan andal untuk melayani penumpang di jalur Fase 2A. Hal ini bertujuan mengurangi antrian dan mempercepat alur pergerakan penumpang di stasiun.
Perusahaan menyatakan bahwa pemilihan Hitachi dan Sumitomo didasarkan pada rekam jejak dan kapabilitas mereka dalam menyediakan solusi infrastruktur transportasi berskala besar di berbagai negara. Ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan.
"PT MRT Jakarta (Perseroda) telah mengambil langkah strategis dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi publik vital di ibu kota," ujar perwakilan perusahaan, menggarisbawahi pentingnya keputusan ini bagi masa depan transportasi Jakarta.