PORTALBERITA.CO.ID - Perkembangan positif terpantau di pasar energi global, di mana harga minyak mentah dunia dilaporkan telah mengalami penurunan signifikan. Kontrak minyak Brent bahkan dilaporkan telah menyentuh level US$79,17 per barel, setara dengan sekitar Rp1,25 juta per barel.
Penurunan harga ini dipicu oleh adanya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut membuka kembali jalur pasokan minyak melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran sangat vital bagi seperlima kebutuhan minyak dunia.
Namun, di balik berita baik penurunan harga tersebut, tersimpan potensi risiko fiskal yang besar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Ancaman pembengkakan beban subsidi energi hingga mencapai Rp75 triliun masih menjadi proyeksi yang nyata.
Pemerintah telah menetapkan alokasi pagu subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2026 sebesar Rp381,3 triliun. Angka ini mencakup subsidi murni yang signifikan untuk berbagai sektor energi nasional.
Subsidi murni tersebut terdiri dari alokasi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis tertentu sebesar Rp25,14 triliun, LPG 3 kilogram senilai Rp80,26 triliun, dan subsidi listrik yang mencapai Rp104,64 triliun, belum termasuk dana kompensasi yang dialokasikan.
"Siapa sangka, penurunan harga ini justru belum cukup aman untuk menjaga beban subsidi tetap sesuai rencana, dan ancaman pembengkakan anggaran hingga Rp75 triliun masih sangat nyata?"
Faktanya, proyeksi harga minyak yang digunakan pemerintah dalam penyusunan APBN masih berbeda jauh dengan proyeksi dari lembaga keuangan internasional. Lembaga tersebut memproyeksikan rata-rata harga minyak tahun berjalan berada di kisaran US$80 per barel.
Angka proyeksi US$80 per barel tersebut setara dengan sekitar Rp1,28 juta per barel, yang mana angka ini jauh melampaui asumsi Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan dalam APBN.
Asumsi ICP yang digunakan pemerintah hanya dipatok pada level US$70 per barel, atau setara dengan sekitar Rp1,12 juta per barel dalam kurs saat penetapan.