JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan klarifikasi terbuka terkait potongan video wawancaranya yang viral di media sosial dan memicu beragam penafsiran publik.
Dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang diunggah pada 20 Juli 2026, Dody membeberkan secara terbuka berbagai persoalan internal kementerian, mulai dari masalah kedisiplinan pegawai, kasus judi online (judol), kebijakan mutasi, hingga penanganan tindak pidana korupsi.
Dody meluruskan konteks potongan video yang sempat beredar di platform X (Twitter) melalui akun @bismillahyuk_. Menurutnya, cuplikan tersebut berpotensi menimbulkan salah paham jika tidak disimak secara utuh dari durasi lengkap wawancara yang mencapai hampir satu jam.
Terkait pernyataannya mengenai "PU itu binatang seperti apa" yang sempat menuai sorotan, Dody menegaskan ucapan tersebut sama sekali bukan bentuk penghinaan terhadap pegawai instansinya. Ungkapan itu merupakan penggambaran dirinya sebagai pejabat baru yang tengah beradaptasi dan mempelajari struktur organisasi kementerian.
"Saya ini sebenarnya orang asing yang baru masuk Kementerian PU, kemudian saya enggak tahulah PU itu 'binatang' seperti apa sebetulnya awal-awalnya dulu. Dari situ saya mulai belajar dan mencari orang yang sekarakter dengan saya," ujar Dody.
Temuan Pelanggaran Absensi dan Judi Online
Dalam kesempatan tersebut, Dody mengungkap sejumlah temuan serius terkait pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU, berdasarkan pengawasan internal dan data lembaga negara.
Dari total sekitar 38.600 pegawai, Dody mencatat tingkat pelanggaran kedisiplinan kehadiran terbilang cukup tinggi. Sekitar 3.000 hingga 4.000 pegawai terindikasi melakukan manipulasi absensi. "Satu dari 10 pegawai saya bohong soal absen," ungkapnya.
Selain masalah absensi, Kementerian PU juga dihadapkan pada keterlibatan ribuan pegawai dalam aktivitas judi online. Dody menegaskan data tersebut diperoleh langsung dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).