PORTALBERITA.CO.ID - Menjelang pertandingan penentuan nasib juara Liga Super Indonesia musim 2025/2026, antisipasi tinggi menyelimuti Jawa Barat. Persib Bandung dijadwalkan akan berhadapan dengan Persijap Jepara dalam laga krusial yang menentukan peraih gelar bergengsi tersebut.

Momen penting ini menjadi perhatian serius bagi otoritas daerah, khususnya menjelang potensi euforia kemenangan yang mungkin meluap dari para pendukung setia Persib, yang dikenal sebagai Bobotoh. Keresahan akan potensi gangguan ketertiban publik menjadi latar belakang utama dikeluarkannya imbauan bersama.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, secara proaktif mengeluarkan pesan tegas kepada seluruh elemen Bobotoh. Imbauan ini difokuskan pada pencegahan dini terhadap segala bentuk aksi anarkis yang seringkali menyertai luapan kegembiraan berlebihan pasca pertandingan besar.

Tujuan utama dari imbauan ini adalah memastikan bahwa jika Persib berhasil mengamankan gelar juara, perayaan yang dilakukan harus tetap berada dalam koridor yang tertib dan menghormati kepentingan umum. Hal ini penting demi menjaga citra positif komunitas sepak bola Jawa Barat.

Dilansir dari Detikcom, Wakil Gubernur menekankan pentingnya sikap bersyukur yang termanifestasi dalam perilaku yang santun dan tidak menimbulkan kerugian. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Saya berharap perayaan kemenangan tidak disertai dengan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain di jalanan," ujar Erwan Setiawan, menekankan perlunya kedewasaan dalam merayakan kesuksesan tim kebanggaan Jawa Barat tersebut.

Selain dukungan dari pemerintah daerah, pihak manajemen dan pelatih Persib Bandung juga turut menyuarakan pesan serupa kepada basis suporter mereka. Kolaborasi antara pemimpin daerah dan tim ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer perayaan yang damai.

Para pelatih Persib, yang juga memahami potensi keramaian, kompak meminta Bobotoh untuk menunjukkan kedewasaan mereka dalam menyikapi hasil akhir pertandingan yang akan berlangsung pada hari Jumat, 22 Mei 2026. Mereka berharap fokus suporter tetap pada dukungan positif, bukan kekacauan.

Pesan kolektif dari Wagub Jabar dan jajaran pelatih ini merupakan langkah preventif yang strategis. Hal ini bertujuan mengarahkan energi besar Bobotoh ke arah dukungan yang konstruktif, baik saat mendukung tim maupun saat merayakan potensi keberhasilan.