PORTALBERITA.CO.ID - Platform media sosial TikTok kembali diramaikan oleh fenomena sosial baru yang dikenal dengan istilah "performative male". Tren ini kini tengah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan warganet di dunia maya.

Fenomena tersebut menyoroti aksi sebagian kaum adam, khususnya dari kalangan Generasi Z, yang aktif mengunggah konten video unik. Mereka secara sadar menampilkan sisi lain dari diri mereka yang berbeda dari stereotip gender tradisional pada umumnya.

Dalam video-video yang beredar, para pemuda ini kerap mengadopsi karakteristik, kegemaran, hingga gaya berbusana yang biasanya diidentikkan dengan budaya perempuan. Gaya visual yang lembut dan penuh estetika ini juga sering kali disebut oleh netizen sebagai gaya "soft boy".

Dikutip dari sumber aslinya, pergeseran gaya ini memicu diskusi mengenai apakah fenomena tersebut merupakan bentuk ekspresi diri yang jujur atau sekadar mengikuti algoritma demi popularitas semata. Kehadiran tren ini memperlihatkan bagaimana platform digital mampu mengubah cara seseorang mempresentasikan identitasnya di ruang publik.

Dampak dari viralnya tren ini sangat terasa pada bagaimana masyarakat mulai mendefinisikan ulang konsep maskulinitas di era modern. Banyak pihak menilai bahwa ruang digital kini memberikan kebebasan lebih bagi laki-laki untuk mengeksplorasi penampilan luar mereka tanpa ragu.

Meskipun demikian, tidak sedikit pula pengguna internet yang menganggap fenomena ini hanya sebagai tren musiman yang akan segera meredup seiring berjalannya waktu. Perbedaan pandangan ini justru membuat interaksi dan diskusi di kolom komentar media sosial semakin dinamis dari hari ke hari.

Hingga saat ini, perkembangan tren "soft boy" terus dipantau sebagai salah satu indikator perubahan budaya digital yang cukup signifikan. Fenomena ini membuktikan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wadah negosiasi identitas sosial yang baru.

Follow portalberita.co.id
Follow on Google