PORTALBERITA.CO.ID - Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai arah pembangunan nasional saat ini. Beliau menilai bahwa arah pembangunan tersebut telah menyimpang dari prinsip fundamental kedaulatan bangsa Indonesia.
Pernyataan penting ini disampaikan oleh Megawati saat berpartisipasi dalam forum National Policy Dialogue yang sangat strategis. Forum tersebut diselenggarakan secara resmi di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM) pada hari Jumat, 22 Mei lalu.
Fokus utama dari kritik yang disampaikan adalah mengenai dampak negatif dari pendekatan pengelolaan sumber daya alam yang bersifat ekstraktif. Pendekatan ini, menurutnya, seringkali mengabaikan aspek penting keberlanjutan lingkungan hidup.
Dampak nyata dari paradigma pengelolaan yang keliru ini terlihat jelas dari fenomena alih fungsi lahan pertanian yang terjadi secara masif di berbagai daerah. Selain itu, hak-hak masyarakat adat setempat juga kerap kali terpinggirkan dalam proses pembangunan.
"Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarnoputri, menyuarakan keprihatinannya mendalam mengenai arah pembangunan nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip kedaulatan bangsa," Dikutip dari INFOTREN.ID.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya perubahan fundamental dalam cara pandang bangsa terhadap kekayaan alam yang dimiliki. Perubahan paradigma ini krusial untuk memastikan bahwa pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan jangka panjang rakyat.
Kritik mengenai pengabaian hak masyarakat adat menjadi sorotan serius dalam dialog kebijakan tersebut. Hal ini menunjukkan adanya ketegangan antara kebutuhan pembangunan ekonomi dan perlindungan sosial-budaya lokal.
"Persoalan utama yang disoroti adalah dampak negatif dari pendekatan ekstraktif dalam pengelolaan sumber daya alam yang seringkali mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan," ujar Megawati Soekarnoputri.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa model pembangunan yang hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan daya dukung lingkungan adalah sebuah kesalahan fatal. Hal ini harus segera dievaluasi ulang secara menyeluruh.