PORTALBERITA.CO.ID - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah mengumumkan sebuah kebijakan baru yang signifikan bagi para calon peserta Beasiswa LPDP periode 2026 tahap 2 yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dalam proses pendaftaran.
Inisiatif ini secara spesifik menyasar fleksibilitas dalam pemenuhan salah satu persyaratan administrasi penting, yaitu pembuktian kemampuan berbahasa Inggris calon pendaftar. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses bagi lebih banyak masyarakat Indonesia.
Kabar menggembirakan ini memberikan angin segar karena kini peserta tidak lagi harus terpaku hanya pada sertifikat tes bahasa Inggris standar yang umum digunakan. Fleksibilitas baru ini mengurangi potensi hambatan administrasi bagi pendaftar.
LPDP kini secara resmi mengakomodasi skor dari Duolingo English Test (DET) sebagai salah satu bukti kompetensi bahasa Inggris yang diakui dan sah. Keputusan ini merupakan respons terhadap dinamika dan kebutuhan para calon pendaftar.
"LPDP telah resmi mengakomodasi skor dari Duolingo English Test (DET) sebagai salah satu bukti kompetensi bahasa Inggris yang sah," sebagaimana disampaikan dalam pemberitahuan resmi tersebut. Keputusan ini berlaku untuk pendaftaran periode mendatang.
Kebijakan baru ini memberikan alternatif penting bagi mereka yang mungkin kesulitan mengakses atau mengikuti tes TOEFL atau IELTS dalam batas waktu yang ditentukan. Hal ini menunjukkan adaptasi LPDP terhadap perkembangan tes bahasa global.
Keputusan LPDP untuk menerima DET ini menunjukkan upaya nyata dalam mempermudah proses seleksi bagi para calon awardee yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi kendala logistik tes bahasa baku.
Dikutip dari INFOTREN.ID, kebijakan baru ini secara khusus menyasar fleksibilitas dalam pemenuhan persyaratan administrasi terkait kemampuan bahasa Inggris bagi mereka yang akan menempuh pendidikan di mancanegara.
Adopsi Duolingo English Test ini diharapkan dapat membuat proses aplikasi beasiswa menjadi lebih inklusif dan efisien bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin mengejar pendidikan tinggi di kancah internasional.