PORTALBERITA.CO.ID - Sebuah rekaman video yang menampilkan interaksi antara Kepala Staf Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, dengan ajudannya baru-baru ini menyebar luas di berbagai lini masa media sosial Indonesia. Kejadian ini sontak menarik perhatian publik lantaran terekam saat kegiatan publik berskala besar sedang berlangsung.

Peristiwa spesifik yang menjadi sorotan adalah momen ketika Danrem 072/Pamungkas diduga melakukan penarikan terhadap ajudannya. Kejadian ini terjadi di tengah berlangsungnya acara lari massal yang ramai pengunjung.

Lokasi persis kejadian penarikan ajudan tersebut diketahui berada di area lintasan lari yang menjadi bagian dari penyelenggaraan Jogja Maraton. Momen singkat ini kemudian berhasil terekam kamera video oleh warga sekitar.

Setelah rekaman tersebut beredar luas, momen penarikan ajudan itu segera menjadi topik perbincangan hangat di berbagai kanal digital di Indonesia. Hal ini memicu berbagai spekulasi dari warganet mengenai dinamika yang terjadi.

Menanggapi penyebaran video yang telah menjadi pembicaraan publik tersebut, pihak Korem 072/Pamungkas mengeluarkan klarifikasi resmi. Klarifikasi ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang utuh mengenai peristiwa yang terekam kamera.

"Sebuah rekaman video yang menunjukkan interaksi antara Kepala Staf Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, dengan ajudannya telah menyebar luas di lini masa media sosial," Dikutip dari INFOTREN.ID.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa peristiwa penarikan ajudan tersebut diketahui terjadi saat keduanya tengah berada di area lintasan lari Jogja Maraton. Hal ini mengonfirmasi lokasi spesifik dari interaksi yang terekam tersebut.

"Peristiwa penarikan ajudan tersebut diketahui terjadi saat keduanya berada di area lintasan lari Jogja Maraton," Dikutip dari INFOTREN.ID.

Momen yang terekam kamera tersebut kemudian menjadi topik perbincangan hangat di berbagai kanal digital Indonesia, menunjukkan tingginya minat publik terhadap kejadian tersebut. Pihak Korem berupaya memberikan konteks agar kesalahpahaman dapat terhindarkan.