PORTALBERITA.CO.ID - Membangun sebuah usaha mandiri di usia muda sering kali menjadi cita-cita besar bagi banyak orang. Namun, keterbatasan pengalaman, ketiadaan mentor, serta minimnya modal kerap menjadi penghambat utama di awal langkah.
Tantangan hidup tersebut sempat dirasakan langsung oleh pemuda bernama Agasthea Viorent atau yang akrab dipanggil Agas. Pria muda ini merupakan alumni SMK Negeri 1 Banyuwangi yang kini menetap dan beraktivitas di Denpasar, Bali.
Sebelum berhasil merintis kariernya di dunia bisnis digital, Agas harus melintasi perjalanan panjang dengan menjalani berbagai profesi. Berbagai pengalaman kerja tersebut ia jadikan sebagai tolok ukur dan bekal penting untuk memahami dinamika dunia kerja.
Tekad pantang menyerah akhirnya membawanya menemukan peluang baru di bidang penyedia jasa Virtual Assistant. Dengan memanfaatkan perkembangan inovasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), efisiensi operasinya meningkat secara signifikan.
"Membangun bisnis di usia muda memang penuh tantangan karena minimnya pengalaman dan keterbatasan sumber daya yang ada," ujar Agasthea Viorent saat menceritakan perjalanan awal usahanya.
"Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan menjadi solusi efektif untuk mengoptimalkan performa layanan Virtual Assistant yang saya kelola," tutur Agas dalam keterangannya.
Keberhasilan yang diraih oleh Agas menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan tidak melumpuhkan kreativitas generasi muda. Dikutip dari INFOTREN.ID, pemanfaatan teknologi secara tepat sanggup membuka pintu kesuksesan di tengah persaingan ekonomi digital.
Kini, dari tempat tinggalnya di Denpasar, Agas terus mengembangkan skala bisnisnya untuk melayani berbagai klien. Fleksibilitas kerja berbasis digital memungkinkan dirinya menjangkau pasar yang jauh lebih luas.
Perjalanan Agas memberikan gambaran bahwa pendidikan vokasi dan pemahaman teknologi merupakan perpaduan yang sangat potensial. Kegigihan serta adaptasi terhadap inovasi modern terbukti mampu mengubah tantangan awal menjadi sebuah pencapaian bernilai.